PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya


ANEWS.co, Malang - Upaya penguatan tata kelola organisasi dan standarisasi pelayanan darah terus dikejar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di berbagai daerah. Pada Jumat (12/6/2026), PMI Kabupaten Malang resmi menerima kunjungan studi tiru strategis dari pengurus dan manajemen PMI Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 

Pertemuan lintas pulau ini difokuskan sebagai ruang inkubasi gagasan, komparasi manajemen Unit Donor Darah (UDD), serta penyelarasan strategi pembinaan relawan pascapandemi.


Rombongan delegasi dari Kota Cantik (julukan Palangka Raya) memboyong 11 personel inti yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, S.E., M.A.P. Hadir pula Sekretaris Dr. M. Hasan Busyairi, M.A.P., Wakil Ketua Bidang Relawan dan Diklat Aprie Husen Rahu, S.Sos., serta Kepala UDD PMI Kota Palangka Raya, dr. Maria Dewi Purwanti.


Kedatangan tim disambut hangat oleh jajaran eksekutif PMI Kabupaten Malang di Gedung Pertemuan Utama UDD. Delegasi penyambut dipimpin oleh Wakil Ketua Aprillijanto, S.E., M.M., Sekretaris Drs. Eru Suprijambodo, M.Si., dan Kepala UDD dr. Bimo Ariotedjo. Pertemuan ini menandai komitmen bersama dalam mentransformasi pelayanan kemanusiaan berbasis data dan teknologi.


Benchmarking Tata Kelola Unit Donor Darah (UDD) Modern


Agenda inti kunjungan diawali dengan paparan komparatif mengenai performa dan manajemen rantai pasok darah dari kedua wilayah. Sesi diskusi panel ini mengupas tuntas instrumen manajemen modern yang mencakup empat pilar utama: tata kelola donor sukarela, penyerapan logistik lewat Mobile Unit, pembinaan generasi muda kepalangmerahan, dan mitigasi bencana berbasis komunitas.

Kedua lembaga menyadari bahwa tantangan terbesar UDD modern saat ini adalah mempertahankan konsistensi persediaan kantong darah aman tanpa bergantung pada donor pengganti dari pihak keluarga pasien.

Studi Kasus Lapangan: Eksplorasi Alur Kerja dan Teknologi Sterilisasi Darah


Guna membedah regulasi taktis di lapangan, seluruh peserta melakukan room tour terstruktur di fasilitas operasional UDD PMI Kabupaten Malang. Studi kasus ini memetakan alur sterilisasi darah secara transparan:

1. Digitalisasi Skrining Donor


Rombongan meninjau sistem pendaftaran berbasis aplikasi digital yang memangkas waktu tunggu donor hingga 50%. Sistem ini secara otomatis menyaring riwayat medis calon pendonor untuk menjamin keamanan awal hulu pasokan darah.

2. Otomatisasi Uji Saring IMLTD


Kepala UDD PMI Kabupaten Malang, dr. Bimo Ariotedjo, menunjukkan penggunaan mesin otomatis untuk mendeteksi Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV. Penggunaan teknologi ini meminimalkan faktor kesalahan manusia (human error).

3. Kontrol Rantai Dingin (Cold Chain Management)


Peserta mempelajari sistem penyimpanan kantong darah di blood bank refrigerator dengan pengawasan suhu digital 24 jam. Teknologi sensor ini memastikan sel darah tidak mengalami lisis (rusak) sebelum didistribusikan ke jaringan rumah sakit.

Pernyataan Resmi Pengurus: Pentingnya Komparasi dan Kolaborasi Kelembagaan

Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, S.E., M.M., memaparkan bahwa adopsi sistem antar-UDD merupakan langkah paling realistis untuk mengejar pemerataan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

"Kondisi geografis dan tantangan sosiologis di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, maupun Jawa Timur memiliki keunikan masing-masing. Melalui skema studi tiru ini, kami mengoreksi celah manajemen yang ada dengan meniru praktik baik (best practices) yang telah mapan di daerah lain. Output utama dari pertemuan ini harus bermuara pada peningkatan kepuasan masyarakat terhadap layanan darah," kata Aprillijanto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PMI Kota Palangka Raya, H. Rusliansyah, S.E., M.A.P., menegaskan bahwa hasil pengamatan dari Kabupaten Malang akan menjadi cetak biru (blueprint) pengembangan fasilitas kesehatan di wilayahnya.

"Kami melihat langsung bagaimana presisi kerja tim UDD Kabupaten Malang dalam mengelola relawan dan memaksimalkan Mobile Unit. Pengalaman empiris ini memberikan kami referensi matang, terutama dalam menyusun standardisasi pelayanan darah yang lebih cepat dan higienis di Kota Palangka Raya," urai H. Rusliansyah saat memberikan tanggapannya di sela diskusi.


Di sisi lain, Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Drs. Eru Suprijambodo, M.Si., menekankan bahwa penguatan kemitraan ini harus terus dirawat secara berkelanjutan di level pengambil kebijakan.

"Sektor kemanusiaan bersifat dinamis dan bergerak cepat. Tanpa adanya jalinan komunikasi antar-PMI yang kuat, kita akan gagap dalam menghadapi kedaruratan bencana skala nasional. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun sistem resiliensi komunitas yang solid," tegas Eru Suprijambodo.

Diplomasi Budaya: Simbolitas Penguatan Hubungan Bilateral Antardaerah

Sebagai wujud ikatan kemitraan, acara dilanjutkan dengan sesi pertukaran produk kebudayaan asli dari kedua wilayah. Prosesi ini merefleksikan nilai-nilai humanis yang melandasi pergerakan Palang Merah.

Topeng Malangan: Diserahkan oleh PMI Kabupaten Malang sebagai representasi nilai seni, ketangguhan karakter, serta keluhuran sejarah masyarakat Jawa Timur.

Kerajinan Getah Nyatu: Diserahkan oleh PMI Kota Palangka Raya sebagai karya seni khas suku Dayak Kalimantan Tengah yang melambangkan fleksibilitas, daya tahan, dan kreativitas tanpa batas.

Peninjauan Infrastruktur: Progres Pembangunan Pusdiklat Regional

Menjelang akhir rangkaian kunjungan, rombongan bertolak menuju Markas Besar PMI Kabupaten Malang setelah merampungkan ibadah Salat Jumat. Fokus pengamatan dialihkan pada pengembangan infrastruktur sumber daya manusia melalui peninjauan langsung proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Kabupaten Malang.

Fasilitas Pusdiklat terpadu ini dirancang untuk menjadi kawah candradimuka bagi tim penanggulangan bencana, kru ambulans gawat darurat, serta relawan spesialis evakuasi. Bagi PMI Kota Palangka Raya, peninjauan ini memberikan perspektif krusial mengenai tata ruang pusat pelatihan yang adaptif. Konsep ini dinilai sangat relevan dikembangkan di Kalimantan guna menggembleng kesiapan fisik relawan dalam menghadapi bencana musiman seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui penutupan agenda kunjungan ini, kedua belah pihak sepakat untuk menginisiasi sistem pelaporan digital terpadu yang mempermudah monitoring stok darah nasional secara berkala dan mempercepat mobilisasi bantuan logistik kemanusiaan di masa depan.


Penulis: Alfin
Editor: Redaksi

Penulis: Alfin
Editor: Redaksi

Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya
  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya
  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya
  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya
  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya
  • PMI Kabupaten Malang Terima Kunjungan Studi Tiru PMI Palangka Raya

Post a Comment