PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!



ANEWS.co, Probolinggo – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur secara terbuka memberikan apresiasi tertinggi dan "angkat topi" atas keberhasilan tata kelola organisasi di tingkat daerah. 
Apresiasi besar ini ditujukan langsung kepada PMI Kabupaten Probolinggo yang sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen untuk Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. 
Penghargaan atas transparansi finansial tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Kantor Akuntan Publik (KAP) Bambang Sutjipto Ngumar dan Rekan. 
Momentum bersejarah ini menjadi agenda utama dalam pembukaan Musyawarah Kerja (Muker) PMI Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan PMI Kabupaten Probolinggo pada Selasa (23/6/2026).
Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Jawa Timur, Dr. Muchamad Taufiq, S.H., M.H., CLMA, yang hadir mewakili Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan standar baru bagi pengelolaan organisasi kemanusiaan modern. 
Keberanian PMI Kabupaten Probolinggo dalam menguji akuntabilitas keuangannya secara sukarela dan mandiri menunjukkan tingkat kematangan organisasi yang luar biasa.
Menurut Taufiq, langkah strategis ini sangat layak dijadikan contoh atau role model bagi seluruh kepengurusan PMI kabupaten dan kota lain di wilayah Jawa Timur.

Teladan Akuntabilitas dan Pelopor Audit Mandiri

Dalam pidato pengarahannya di hadapan 55 peserta musyawarah, Dr. Muchamad Taufiq menguraikan pentingnya audit eksternal dalam membangun kepercayaan publik (public trust). 
Organisasi kemanusiaan yang sehat tidak hanya dinilai dari seberapa masif aksi sosialnya di lapangan, tetapi juga dari seberapa bersih dan transparan pengelolaan aliran dananya.
"PMI Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu PMI kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah melaksanakan audit eksternal secara mandiri dan berhasil memperoleh hasil yang sangat baik. Capaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan organisasi, tetapi juga merupakan bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat yang telah mempercayakan sebagian dukungannya kepada PMI," ungkap Taufiq dengan tegas.
Taufiq menambahkan, opini WTP dari lembaga audit independen sekelas KAP Bambang Sutjipto Ngumar dan Rekan membuktikan bahwa sistem kontrol internal PMI Kabupaten Probolinggo berjalan dengan sangat baik.
Di tengah tantangan zaman yang menuntut keterbukaan informasi, kepatuhan terhadap standar akuntansi keuangan dasar menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Sinergi Lintas Sektor dan Kolaborasi Dunia Pendidikan

Keberhasilan meraih opini WTP ini juga memperkuat posisi bargaining PMI Kabupaten Probolinggo dalam membangun kemitraan strategis. 
Pada forum Muker 2026 tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding) bidang pelayanan kesehatan dan kemanusiaan antara PMI Kabupaten Probolinggo dengan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong.
Prosesi penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh:
  • dr. Adi Nugroho W.D., M.M.Kes. (Ketua PMI Kabupaten Probolinggo)
  • Yessy Nur Endah Sary, S.SiT., M.Kes. (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, mewakili Rektor)
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dan praktisi kemanusiaan. Fokus utama kerja sama ini meliputi:
  1. Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) relawan.
  2. Optimalisasi riset dan pengabdian masyarakat di bidang pelayanan kesehatan.
  3. Integrasi pendidikan kebencanaan di lingkungan kampus.
  4. Pelaksanaan kegiatan sosial kemanusiaan lintas sektoral.

Kemandirian Finansial: Tetap Berdampak Tanpa Hibah

Sisi menarik yang menjadi studi kasus keunggulan manajemen PMI Kabupaten Probolinggo adalah kemampuan mereka dalam menjaga ritme pelayanan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. 
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho W.D., M.M.Kes., memaparkan bahwa hingga pertengahan tahun berjalan, dana hibah dari pemerintah daerah belum terealisasi.
Meski demikian, berbagai program kemanusiaan tetap berjalan penuh tanpa hambatan berarti. 
"Dengan semangat pengabdian dan dukungan dari para relawan serta mitra, kami terus bergerak menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat nyata. Salah satu bukti konkretnya adalah pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Tongas yang berhasil memulihkan penglihatan sekitar 200 pasien," jelas dr. Adi Nugroho.
Kemandirian ini mendapat validasi positif dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan serta Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Pembangunan, Agus Mukson, S.H., M.M., yang mewakili Wakil Bupati Probolinggo, memuji kesadaran tata kelola dana non-hibah PMI. Agus Mukson yang membuka acara secara resmi juga mendorong percepatan pembentukan kepengurusan PMI di tingkat kecamatan agar struktur organisasi makin dekat dengan basis massa masyarakat bawah.

Data Program Kerja, Dampak Lingkungan, dan Proyeksi Masa Depan

Arah kebijakan organisasi kemudian dijabarkan secara rinci dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo, Drs. Sudjono, M.Si. Berdasarkan laporan kinerja tahun berjalan, keberhasilan PMI dalam menghimpun dana publik non-hibah didukung kuat oleh kemitraan strategis bersama sektor swasta, salah satunya PT Paiton Energy.
Alokasi dana kemitraan tersebut diwujudkan ke dalam lima klaster program utama yang berdampak langsung pada masyarakat dan kelestarian lingkungan:
  • Sekolah Aman Bencana (SPAB): Penguatan kapasitas mitigasi bagi siswa dan guru di zona rawan.
  • Program SIBAT: Pembentukan dan pembinaan tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat.
  • Penghijauan Kawasan Tiris: Penanaman vegetasi pohon untuk mencegah longsor dan menjaga sumber mata air.
  • Restorasi Mangrove: Penanaman bibit mangrove secara masif di pesisir Kecamatan Dringu untuk menahan abrasi.
  • Promosi Kesehatan (Promkes): Edukasi kesehatan masyarakat secara berkala dan berkelanjutan.
Memasuki rencana kerja strategis untuk tahun 2027, PMI Kabupaten Probolinggo telah menetapkan program prioritas baru. Program tersebut adalah pemeriksaan kesehatan mata berkala serta pembagian kacamata gratis yang menyasar kelompok rentan, yaitu anak-anak sekolah dan para lanjut usia (lansia).
Melalui forum kolaboratif yang juga menyerap aspirasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo ini, PMI menegaskan komitmennya untuk terus adaptif. Opini WTP yang diraih tahun ini menjadi fondasi utama untuk membangun pelayanan kemanusiaan yang lebih profesional, transparan, dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!
  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!
  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!
  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!
  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!
  • PMI Jatim Angkat Topi, Taufiq: Audit Mandiri Probolinggo Patut Dicontoh!

Post a Comment