KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi


ANEWS.co, Lhokseumawe - Langkah progresif diambil oleh Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Pada Minggu (28/6/2026), mereka menggelar agenda Follow Up Materi Kesehatan Remaja dengan membedah tema krusial: HIV/AIDS. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan narasumber tepercaya, Nazaruddin, yang merupakan perwakilan fungsionaris dari PMI Provinsi Aceh.
Edukasi ini sengaja digelar untuk memperkuat literasi kesehatan di kalangan internal organisasi relawan kampus. Selama ini, informasi mengenai HIV/AIDS sering kali simpang siur dan bercampur dengan mitos di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah ingin memastikan seluruh anggotanya memiliki pemahaman yang bersih, ilmiah, dan objektif mengenai pengertian virus, model penularan, hingga sistem pencegahan dini.

Standardisasi Kurikulum Diklat Relawan PMI Aceh

Nazaruddin selaku pemateri menekankan bahwa pemahaman materi HIV/AIDS secara mendalam merupakan instrumen wajib bagi setiap relawan kemanusiaan. Anggota KSR PMI merupakan lini pertama yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat saat melakukan sosialisasi kesehatan.
Dalam pemaparannya, Nazaruddin menggarisbawahi poin penting:
"Materi edukasi HIV/AIDS yang komprehensif dan terstruktur ini dirancang sebagai panduan pokok dalam diklat Korps Sukarela (KSR) PMI. Melalui pemahaman mendalam mengenai prinsip pencegahan 'ABCDE', pengobatan ARV, hingga fase klinis virus, para relawan muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan di garda terdepan. Tugas utama KSR bukan hanya menyampaikan fakta medis, tetapi juga meluruskan misinformasi serta menghapus stigma negatif terhadap ODHIV (Orang dengan HIV) di lingkungan masyarakat."
Nazaruddin menambahkan, penguasaan materi klinis seperti metode pencegahan "ABCDE" (Abstinence, Be Faithful, Condom, Drug No, Education) serta fungsi terapi Antiretroviral (ARV) akan membuat relawan tampil percaya diri. Kepercayaan diri ini penting agar mereka tidak ragu saat mematahkan hoaks kesehatan yang berkembang di komunitas lokal.

Rekam Jejak Pengalaman Peserta: Dari Awam Menjadi Agen Perubahan

Farhan, salah satu personil relawan yang mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir, membagikan catatan refleksinya. Pengalaman yang ia lalui menggambarkan proses belajar yang dinamis dan transformatif.

Pengalaman Baru yang Didapat

"Selama mengikuti kegiatan, saya mendapatkan pengalaman baru mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya menghilangkan stigma terhadap ODHIV. Kegiatan ini menambah wawasan dan membuat saya lebih peduli terhadap isu kesehatan."

Kondisi Pengetahuan Sebelum Acara

"Sebelum mengikuti kegiatan, pengetahuan saya tentang HIV/AIDS masih terbatas. Saya hanya mengetahui bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik, tetapi belum memahami secara menyeluruh mengenai pencegahan dan fakta-fakta lainnya."

Proses Pemahaman Saat Acara Berlangsung

"Saat mengikuti kegiatan, saya lebih memahami informasi yang disampaikan oleh pemateri. Saya juga menyadari pentingnya edukasi HIV/AIDS agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos serta tidak mendiskriminasi orang yang hidup dengan HIV."

Target Tindak Lanjut Pasca-Kegiatan

"Kami berencana menyelenggarakan kegiatan MRAN dan kegiatan hari AIDS sedunia yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember ini sebagai media kampanye dan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS, sekaligus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap isu HIV/AIDS."

Komitmen Struktur Komando Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah

Mendengar antusiasme para anggotanya, Lufita Agnessa Helsinky selaku Komandan KSR PMI Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah menyatakan kebanggaannya. Ia menilai kehadiran pemateri dari tingkat provinsi memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi pengurus dan anggota.
Lufita Agnessa Helsinky memberikan pernyataan resminya:
"Saya Lufita Agnessa Helsinky (komandan) mewakili KSR PMI Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyampaikan apresiasi kepada kak Nazaruddin (pemateri) atas materi yang telah diberikan. Kegiatan edukasi HIV/AIDS ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan peserta mengenai pencegahan, penularan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV."
Lufita juga mengonfirmasi bahwa manajemen organisasi siap memfasilitasi rencana jangka pendek maupun jangka panjang yang telah dirancang oleh para peserta, termasuk agenda besar edukasi publik pada akhir tahun nanti.

Menghilangkan Rasa Canggung dalam Edukasi Publik

Menutup rangkaian testimoni, Almaturidi selaku Wakil Komandan KSR PMI Unit 08 menguraikan esensi paling mendasar dari pelatihan ini. Menurutnya, kesuksesan sejati dari pelatihan kesehatan remaja adalah keberanian untuk membicarakan realitas tanpa batasan rasa takut yang keliru.
Almaturidi menegaskan perubahan sudut pandang tersebut:
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka cara pandang baru. Salah satu hal yang paling berkesan adalah pemahaman bahwa pembahasan mengenai seksualitas dan HIV/AIDS tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang tabu. Justru, sebagai calon edukator atau relawan, kita perlu mampu membahasnya secara terbuka, tepat, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, kita dapat memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat tanpa terhalang oleh stigma atau rasa canggung."
Melalui pembekalan yang matang ini, KSR PMI Unit 08 UIN Sultanah Nahrasiyah tidak sekadar mencetak relawan yang pintar secara teori, namun juga melahirkan pemuda yang empati, inklusif, dan siap merangkul kemanusiaan tanpa sekat diskriminasi.


Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi
  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi
  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi
  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi
  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi
  • KSR PMI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Dibekali Materi HIV/AIDS, Ubah Pandangan Tabu Jadi Edukasi

Post a Comment