Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026

ANEWS.co, MALANG – Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Atas dasar itulah, Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah Timur (WTS) Kabupaten Malang menggelar Latihan Gabungan Palang Merah Remaja Wilayah Timur (LAGA PMR WTS) 2026.
Acara yang berpusat di MI Miftahul Huda Sukolilo, Kecamatan Jabung, pada Minggu (14/06/2026) kemarin menjadi bukti nyata kolaborasi relawan muda. Berbekal slogan utama “Ceria, Semangat, Bisa”, sebanyak 104 anggota PMR dari berbagai tingkatan berkumpul untuk mengasah keterampilan mitigasi melalui simulasi gempa bumi.

Pentingnya Mitigasi Kebencanaan Berbasis Sekolah di Kabupaten Malang

Secara geografis, wilayah Kabupaten Malang memiliki potensi risiko bencana yang cukup beragam. Kondisi ini menuntut masyarakat, khususnya warga sekolah, untuk selalu siap siaga. Sekolah merupakan salah satu tempat yang rentan jika terjadi gempa bumi tanpa adanya pembekalan mitigasi yang matang.
LAGA PMR WTS 2026 hadir sebagai solusi konkret edukasi kebencanaan. Melalui simulasi praktis, para peserta dilatih untuk tidak panik dan mampu mengambil keputusan cepat saat situasi darurat terjadi.

Sinergi Enam Kecamatan Wilayah Timur Selatan

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan jaringan relawan di tingkat basis. LAGA PMR WTS 2026 berhasil menyatukan perwakilan anggota PMR dari enam kecamatan di wilayah Timur Selatan Kabupaten Malang, yaitu:
  • Kecamatan Pakis
  • Kecamatan Jabung
  • Kecamatan Tumpang
  • Kecamatan Tajinan
  • Kecamatan Poncokusumo
  • Kecamatan Wajak
Kolaborasi ini bertujuan utama untuk menyamakan persepsi materi kepalangmerahan. Dengan demikian, standar pelayanan pertolongan pertama dan evakuasi mandiri di tiap sekolah memiliki kualitas yang setara.

Rincian Data Peserta Gabungan

Antusiasme lembaga pendidikan dalam mengirimkan delegasinya terlihat dari komposisi kepesertaan yang berimbang. Sebanyak 104 peserta yang hadir terbagi ke dalam tiga jenjang pembinaan PMR, antara lain:
  • PMR Mula (Tingkat SD/MI): Diikuti oleh 11 anggota sebagai perkenalan awal dunia relawan.
  • PMR Madya (Tingkat SMP/MTs): Menjadi kelompok mayoritas dengan jumlah 56 anggota.
  • PMR Wira (Tingkat SMA/MA/SMK): Melibatkan 28 anggota yang dipersiapkan sebagai kader pemimpin.
  • Pamong Pendukung: Didampingi oleh 9 orang pembina sekolah masing-masing.
Seluruh elemen peserta ini mengikuti rangkaian kegiatan intensif. Proses edukasi dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 hingga sore hari pukul 15.30 WIB.

Dukungan Penuh Muspika dan Motivasi Kesiapsiagaan

Upacara pembukaan LAGA PMR WTS 2026 berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Jabung. Fasilitator senior dari PMI Kabupaten Malang juga turut turun ke lapangan guna mengawal standarisasi materi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sersan Mayor M. Mustakim selaku Wakil Ketua PMI Kecamatan Jabung. Dalam sambutan pembukaannya, beliau memberikan motivasi besar agar para peserta memanfaatkan momentum ini dengan maksimal.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berlatih, dan menjalin persaudaraan dengan sesama anggota PMR dari berbagai wilayah. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir karena setiap materi dan pengalaman yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan. Semangat, disiplin, dan kepedulian yang kalian tanamkan sejak sekarang akan membentuk generasi relawan yang tangguh dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sersan Mayor M. Mustakim.

Penerapan Materi Adaptasi Bencana dan Perubahan Iklim (ASB)

Inti dari pelaksanaan LAGA PMR WTS tahun ini berfokus pada materi Adaptasi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (ASB). Sesi ini dirancang interaktif agar para siswa dapat langsung mempraktikkan teori yang didapatkan di dalam kelas ke area lapangan terbuka.

Detik-Detik Simulasi Gempa Bumi di Sekolah

Saat sirine darurat dibunyikan secara mendadak, para peserta langsung melakukan gerakan penyelamatan mandiri. Skenario simulasi mengkondisikan area sekolah sedang diguncang gempa bumi tektonik.
Para siswa PMR Mula, Madya, hingga Wira secara spontan menerapkan metode Drop, Cover, and Hold On (Merunduk, Berlindung, dan Bertahan). Mereka berlindung di bawah meja kelas untuk melindungi area kepala dari potensi reruntuhan plafon.
Setelah guncangan dalam skenario mereda, para pembina memandu evakuasi keluar ruangan. Seluruh peserta berjalan cepat dan tertib menuju titik kumpul di lapangan terbuka MI Miftahul Huda Sukolilo tanpa saling mendahului.

Simulasi Kebencanaan Lanjutan

Tidak berhenti pada evakuasi mandiri, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi kebencanaan skala taktis. Dalam sesi ini, anggota PMR Wira dan Madya ditantang untuk melakukan pemetaan area aman, mendirikan tenda darurat, serta melakukan pertolongan pertama pada korban luka ringan akibat kepanikan. Praktek langsung ini melatih kepekaan, kerja sama tim, dan kepemimpinan para relawan muda di lapangan.

Mempererat Persaudaraan Lewat Edukasi Kreatif dan Fun Games

Meskipun materi yang diberikan berkaitan dengan situasi darurat, panitia mampu mengemasnya dengan suasana yang menyenangkan. Konsep action-based learning atau belajar sambil melakukan diterapkan lewat sesi fun games kebencanaan pada siang hari.
Permainan kelompok ini bertujuan untuk memecah kejenuhan sekaligus melatih ketangkasan fisik. Suasana semakin meriah ketika panitia membagikan berbagai macam doorprize menarik di akhir sesi permainan. Hal inilah yang membuat agenda LAGA PMR WTS selalu dinantikan oleh anggota PMR di wilayah Malang Timur setiap tahunnya.

Apresiasi dari Ketua Pelaksana

Penyelenggaraan acara ini merupakan buah kerja keras dari panitia gabungan KSR enam wilayah kecamatan. Seluruh teknis pelaksanaan juga mendapatkan pengawasan langsung dari Forum Relawan PMI Kabupaten Malang.
Ketua Pelaksana LAGA PMR WTS 2026, Azwar Anas, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran acara.
“LAGA PMR WTS bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan semangat kemanusiaan di kalangan anggota PMR. Kami berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan motivasi baru yang dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan masing-masing,” ungkap Azwar Anas dalam wawancaranya.

Penerapan Tri Bakti PMR sebagai Landasan Karakter

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi peserta, panitia memberikan piagam penghargaan resmi kepada seluruh anggota PMR yang bertahan hingga akhir acara. Piagam ini menjadi simbol bahwa mereka kini memikul tanggung jawab sebagai agen keselamatan di lingkungan sekolahnya.
Melalui suksesnya LAGA PMR WTS 2026, PMI Kabupaten Malang berharap dapat terus mencetak generasi muda yang berkarakter kuat. Implementasi nyata dari Tri Bakti PMR—yakni meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional—diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh demi mewujudkan wilayah Malang yang tangguh menghadapi bencana di masa depan.

Penulis: Alfin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026
  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026
  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026
  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026
  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026
  • Berbekal Slogan "Ceria, Semangat, Bisa", 104 Anggota PMR Ikuti Simulasi Gempa di LAGA PMR WTS 2026

Post a Comment