Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR

Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR PMI Kota Cilegon

ANEWS.co, Cilegon – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon sukses menyelenggarakan Webinar Orientasi Kepalangmerahan dan Manajemen Palang Merah Remaja (PMR) secara daring pada Kamis (11/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya mencetak agen perubahan yang peka terhadap isu sosial di lingkungan sekolah.
Kegiatan edukatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para Pembina PMR, Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta Pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) dari berbagai jenjang pendidikan. Melalui penguatan kapasitas pembina, PMI Kota Cilegon berkomitmen melahirkan generasi muda yang responsif dan berjiwa kemanusiaan.

Urgensi Penguatan Karakter Berbasis Nilai Kemanusiaan di Sekolah

Pendidikan karakter kini menjadi salah satu pilar utama dalam menghadapi tantangan degradasi moral remaja di era modern. Organisasi kesiswaan seperti PMR, UKS, dan PIKR dinilai sebagai wadah terbaik di sekolah untuk menyalurkan energi positif siswa ke arah aksi sosial yang nyata.
Webinar dibuka langsung oleh Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd., selaku Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI Kota Cilegon. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pembina di sekolah memegang peranan krusial sebagai kompas moral bagi para peserta didik.
"PMR bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembentukan karakter yang menanamkan nilai kepedulian, kesukarelaan, kepemimpinan, dan semangat kemanusiaan kepada para peserta didik. Kami berharap sekolah yang belum memiliki Unit PMR dapat mulai membentuk dan mengembangkan PMR sebagai bagian dari pembinaan karakter di lingkungan sekolah," tegas Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd.
Pernyataan pengurus PMI Kota Cilegon tersebut menegaskan bahwa eksistensi PMR harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Melalui manajemen organisasi yang tepat, sekolah dapat menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Tingginya Antusiasme dan Partisipasi Satuan Pendidikan

Agenda daring ini mendapatkan sambutan yang luar biasa positif dari kalangan pendidik di wilayah Cilegon. Keterbatasan tatap muka tidak menyurutkan komitmen para tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pembinaan siswa di sekolah masing-masing.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh panitia pelaksana, dari total 76 peserta yang terdaftar secara resmi, sebanyak 54 peserta tercatat aktif mengikuti seluruh rangkaian materi hingga akhir sesi. Angka kehadiran ini mencerminkan tingginya kesadaran sekolah akan pentingnya standarisasi manajemen PMR yang profesional dan terstruktur.
Kehadiran puluhan perwakilan sekolah ini sekaligus memperkuat sinergi antara PMI dan institusi pendidikan formal. Sekolah kini tidak lagi berjalan sendiri dalam membina PMR, melainkan mendapat dukungan penuh dalam hal kurikulum, materi, dan pendampingan teknis dari para pakar kemanusiaan regional.

Bedah Materi Komprehensif Bersama Empat Pakar Kepalangmerahan

Untuk menyajikan konten yang mendalam, PMI Kota Cilegon menghadirkan empat narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Jalannya diskusi interaktif sepanjang acara difasilitasi dengan dinamis oleh Matiara Akbar, Relawan PMI Kota Cilegon yang bertindak sebagai moderator.
Berikut adalah rincian materi berbobot disertai kutipan edukatif dari para pemateri selama sesi webinar berlangsung:

1. Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Materi pertama disampaikan oleh Safari, S.H., selaku Kepala Biro Operasi PMI Provinsi Banten. Beliau memaparkan sejarah, landasan hukum, serta pentingnya internalisasi prinsip gerakan internasional dalam aktivitas relawan muda.
"Tujuh Prinsip Dasar—Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan—bukan sekadar hafalan, melainkan ruh dari setiap tindakan relawan. Pembina wajib memastikan bahwa setiap anggota PMR di sekolah memahami asas kesukarelaan dan menolong tanpa membedakan latar belakang," jelas Safari, S.H.

2. Kebijakan Kurikulum Pembinaan Remaja (PMR & SPAB)

Materi kedua dibawakan oleh Vania Eriza, S.H., M.H., selaku Fasilitator Dinas Pendidikan Kota Cilegon. Vania menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kurikulum ekstrakurikuler sekolah dengan program mitigasi kebencanaan nasional.
"Kurikulum PMR saat ini harus diintegrasikan dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kita tidak hanya melatih siswa untuk cakap dalam memberikan pertolongan pertama, tetapi juga membentuk mereka menjadi promotor kesiapsiagaan bencana yang mampu mengedukasi lingkungan sekolahnya sendiri," papar Vania Eriza, S.H., M.H.

3. Tata Kelola dan Manajemen Organisasi PMR yang Efektif

Kepala Markas PMI Provinsi Banten, Embay Bahriyah, S.Ag., M.Si., hadir mengupas tuntas aspek teknis tata kelola organisasi remaja. Beliau membagikan strategi mengelola administrasi keanggotaan agar berjalan efisien.
"Manajemen PMR yang sehat dimulai dari siklus yang jelas: perekrutan yang inklusif, pelatihan berkala yang menarik, pengakuan kompetensi, hingga penyaluran bakat melalui Tri Bakti PMR. Jika tata kelola administrasi di sekolah rapi, roda organisasi akan terus berputar secara berkelanjutan dari generasi ke generasi," ujar Embay Bahriyah, S.Ag., M.Si.

4. Optimalisasi Peran, Tugas, dan Fungsi Pembina PMR

Sebagai pemateri penutup, Lala Jalaludin dari PMI Kabupaten Bandung membagikan tips praktis mengenai pendekatan psikologis dalam membina generasi muda masa kini.
"Tantangan pembina saat ini adalah menghadapi Generasi Z dan Alfa yang sangat lekat dengan teknologi. Pembina PMR dituntut kreatif dan adaptif. Kita harus menempatkan diri sebagai fasilitator, motivator, sekaligus konselor. Kemaslah latihan mingguan dengan metode interaktif dan aplikatif agar siswa merasa bangga menjadi bagian dari PMR," tutur Lala Jalaludin.

Dampak Jangka Panjang: Melahirkan Relawan Muda Tangguh

Sesi tanya jawab dipenuhi oleh diskusi aktif mengenai kendala pengelolaan PMR di lapangan, mulai dari keterbatasan alokasi waktu latihan hingga pengelolaan anggaran kegiatan. Melalui solusi nyata yang dipaparkan para pemateri, PMI Kota Cilegon berharap para pembina dapat segera mengaplikasikan formula baru di sekolah masing-masing.
Output jangka panjang yang dibidik dari kegiatan ini adalah lahirnya relawan remaja yang responsif dan mandiri. Ketika terjadi situasi darurat atau bencana di lingkungan sekitar, para siswa yang tergabung dalam PMR diharapkan mampu mengorganisir pertolongan pertama dengan sigap sebelum bantuan medis tiba.
Sebagai bentuk apresiasi nyata atas waktu dan dedikasi yang diluangkan oleh para pendidik, PMI Kota Cilegon memberikan fasilitas berupa E-Sertifikat bernilai 8 Jam Pelajaran (JP). Penghargaan administratif ini diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi ketentuan kehadiran penuh sejak awal hingga akhir acara.
Webinar ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan PMI Kota Cilegon dalam memperkuat pembinaan relawan muda serta mengembangkan budaya kemanusiaan di sektor pendidikan formal, melalui kolaborasi yang erat bersama sekolah serta pemangku kepentingan terkait di Kota Cilegon.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR
  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR
  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR
  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR
  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR
  • Bentuk Generasi Kemanusiaan, PMI Cilegon Gelar Webinar Kepalangmerahan dan Manajemen PMR

Post a Comment