PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran

anews.co, Ponorogo - Tim gabungan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo telah melakukan pemantauan intensif di beberapa lokasi rawan longsor. 

Pemantauan dilakukan di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, dan Desa Banaran, Kecamatan Pulung. 

Meski saat ini wilayah tersebut memasuki musim kemarau, upaya mitigasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah susulan.

Tim gabungan yang terdiri dari empat personel PVMBG dan lima personel BPBD melaksanakan pengecekan mendalam. 

Langkah ini mencakup pengamatan visual, penelitian struktur tanah, serta penggunaan teknologi drone untuk memetakan kondisi retakan dari udara.

 "Pemantauan secara menyeluruh ini sangat penting untuk memetakan bahaya dan menyusun langkah mitigasi yang tepat," ujar seorang perwakilan dari PVMBG yang terlibat dalam operasi ini.

Sekretaris BPBD Ponorogo, Ismoyo, menjelaskan bahwa hasil pemantauan di Desa Banaran menunjukkan kondisi tanah yang cukup keras namun berkontur lembut, memicu munculnya retakan-retakan yang berbahaya bagi permukiman di bawahnya. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk menutup retakan tanah dengan tanah biasa agar air hujan tidak menembus celah. Jika terjadi curah hujan tinggi, kami harap warga segera mengungsi," tegas Ismoyo. Selasa, 
12 Mei 2026.

Tak hanya di Desa Banaran, kondisi di Desa Talun terpantau relatif stabil meski sisa material longsor berupa lumpur dan bebatuan besar masih terlihat.

 "Vegetasi di lokasi tersebut masih mampu mencegah perpindahan batu-batu besar. Namun, empat hingga lima rumah tetap dalam pengawasan karena posisi mereka yang berisiko," tambah Ismoyo.

BPBD menekankan pentingnya reboisasi pada lahan-lahan bekas longsor sebagai solusi permanen untuk memperkuat struktur tanah. Walaupun pergerakan tanah cenderung berhenti oleh minimnya curah hujan saat ini, status kedua wilayah tetap dalam pengawasan ketat.

 "Kedua lokasi ini memang sudah lama masuk dalam zona merah. Kami terus memantau perkembangannya, apakah gerakan tanah tersebut bertambah atau sudah berhenti, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan," pungkas Ismoyo.

Demi keselamatan penduduk, BPBD juga mengimbau warga Desa Tambang untuk menutup kembali retakan yang ada dan berhati-hati terhadap durasi hujan lebat. 

"Masyarakat harus sigap mencari tempat aman jika ada potensi longsor," tutur Ismoyo.

Di Desa Talun, masyarakat yang tinggal dekat area longsoran disarankan untuk menghentikan aktivitas saat hujan dan bersiap pindah ke tempat lebih aman bila curah hujan berlangsung lama.

Dengan pemantauan dan langkah mitigasi yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan, diharapkan potensi dampak longsor dapat diantisipasi dengan lebih baik, meminimalkan risiko bagi keselamatan masyarakat di Ponorogo.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran
  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran
  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran
  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran
  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran
  • PVMBG dan BPBD Ponorogo Intensif Pantau Zona Merah Longsor di Desa Talun, Tambang, dan Banaran

Post a Comment