PMI Banyuwangi Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Advance
Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 6 hingga 10 Mei 2026 dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi relawan dalam bidang pertolongan pertama serta memperkuat sinergi antar lembaga kemanusiaan di Banyuwangi.
Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama sebagai dasar utama bagi seluruh komponen PMI, terutama bagi mereka yang akan ditugaskan dalam penanganan bencana, konflik, krisis kesehatan, maupun situasi kedaruratan lainnya.
Pelatihan ini merupakan pelatihan tingkat mahir yang diselenggarakan khusus untuk relawan PMI Kabupaten Banyuwangi dari KSR Markas, KSR Perguruan Tinggi, dan TSR, termasuk pembina PMR dan SIBAT.
Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama sebagai dasar utama bagi seluruh komponen PMI, terutama bagi mereka yang akan ditugaskan dalam penanganan bencana, konflik, krisis kesehatan, maupun situasi kedaruratan lainnya.
“Pertolongan Pertama adalah ciri khas PMI yang sangat dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi bagian integral dari berbagai kegiatan PMI, mulai dari Siaga Lebaran, Natal, Tahun Baru, hingga event nasional lainnya,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan pelatihan tingkat mahir yang diselenggarakan khusus untuk relawan PMI Kabupaten Banyuwangi dari KSR Markas, KSR Perguruan Tinggi, dan TSR, termasuk pembina PMR dan SIBAT.
Tujuannya adalah agar para relawan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan pertolongan pertama secara global sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesional.
Selain meningkatkan kapasitas internal PMI, pelatihan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerjasama dengan stakeholder lain yang memiliki tugas kemanusiaan serupa, yaitu Basarnas dan Pemadam Kebakaran.
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas personel PMI dalam memberikan layanan pertolongan pertama yang kompeten dan berdampak positif bagi masyarakat,” tambah Dr. Nurhadi.
Selain meningkatkan kapasitas internal PMI, pelatihan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerjasama dengan stakeholder lain yang memiliki tugas kemanusiaan serupa, yaitu Basarnas dan Pemadam Kebakaran.
PMI Banyuwangi mengajak kedua lembaga tersebut untuk berpartisipasi dalam pelatihan agar tercipta sinergi yang kuat saat menghadapi kasus-kasus yang membutuhkan respons cepat dalam pertolongan pertama.
Pelatihan teknis ini menggunakan kurikulum standar dari PMI Pusat dengan durasi 47 jam pelajaran, yang dilaksanakan selama lima hari.
Pelatihan teknis ini menggunakan kurikulum standar dari PMI Pusat dengan durasi 47 jam pelajaran, yang dilaksanakan selama lima hari.
Selain pelatihan utama, PMI juga menyediakan sesi refreshment selama dua hari untuk para relawan yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan pertolongan pertama, guna memperbarui dan menyegarkan materi mereka.
Hamidan Noor Firdaus, Kasubbid Pembinaan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan ini.
Hamidan Noor Firdaus, Kasubbid Pembinaan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan ini.
Ia menyampaikan bahwa PMI Provinsi Jawa Timur mengapresiasi inisiatif PMI Kabupaten Banyuwangi dalam menyelenggarakan pelatihan tingkat advance secara mandiri.
Lebih lanjut, Hamidan menekankan pentingnya mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena PMI Banyuwangi menghadirkan tim pelatih yang kompeten di tingkat provinsi bahkan nasional. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan relawan yang benar-benar siap dan profesional dalam memberikan pertolongan pertama di berbagai situasi.
“Tidak semua PMI kabupaten/kota di Jawa Timur mampu menyelenggarakan pelatihan ini dengan pembiayaan mandiri, sehingga PMI Banyuwangi patut diapresiasi karena peserta dapat mengikuti pelatihan dengan fokus tanpa khawatir soal biaya,” ujar Hamidan.
Lebih lanjut, Hamidan menekankan pentingnya mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena PMI Banyuwangi menghadirkan tim pelatih yang kompeten di tingkat provinsi bahkan nasional. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan relawan yang benar-benar siap dan profesional dalam memberikan pertolongan pertama di berbagai situasi.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PMI Kabupaten Banyuwangi semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam bidang pertolongan pertama dan kesehatan. Pelatihan ini juga menjadi bukti komitmen PMI untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi melayani masyarakat dengan lebih baik dan profesional di masa mendatang.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:


Post a Comment