Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun

anews.coMadiun – Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan dan pengembangan peran strategis menghadapi tantangan bencana ke depan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur menggelar acara "Konsolidasi & Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun".

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bakorwil Madiun pada Kamis (21/5/2026) ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) FPRB Jawa Timur Tahun 2026.

Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bakorwil Madiun Heru Wahono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPRB Jatim Sudarmanto, perwakilan Program SIAP SIAGA wilayah Jatim, Adhe Gantare., serta perwakilan pengurus FPRB dan BPBD se-Wilayah Kerja Bakorwil Madiun.

FPRB merupakan wadah koordinasi dan aksi nyata bagi para pegiat kebencanaan yang mengusung konsep Pentahelix

Konsep ini menyatukan lima unsur utama, yaitu Pemerintah, Lembaga Usaha (Dunia Usaha), Akademisi, Media, Masyarakat (Komunitas/Relawan)

Sekjen FPRB Jawa Timur, Sudarmanto, menjelaskan bahwa pembentukan forum ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

"Konsolidasi di Madiun ini merupakan titik ketiga dari rangkaian maraton setelah sebelumnya kami laksanakan di Malang dan Jember. Selanjutnya, kegiatan serupa akan digelar di Pamekasan dan Bojonegoro," ujar Sudarmanto.

Ia menambahkan, target utama dari konsolidasi ini adalah pembaruan struktur kelembagaan di daerah. 

"Harapan kami, sebelum Oktober 2026, seluruh FPRB kabupaten/kota di Jawa Timur sudah terbentuk dan terbarukan, sehingga dapat berpartisipasi aktif pada agenda publikasi FPRB Jatim bulan Oktober mendatang," tegasnya sembari mengingatkan daerah seperti Sumenep, Kota Surabaya, dan Ngawi untuk segera melengkapi data kelembagaannya.

Adhe Gantare, perwakilan Program SIAP SIAGA wilayah Jawa Timur menyampaikan, SIAP SIAGA merupakan program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia di bidang pengurangan risiko bencana yang saat ini telah memasuki tahun kelima dari total tujuh tahun masa pelaksanaan.

Antusias peserta Konsolidasi dan Penguatan FPRB di Bakorwil Madiun

"Dengan sisa waktu dua tahun ke depan, kami berkomitmen penuh mendampingi pemerintah daerah dalam penguatan kelembagaan, sistem, serta kapasitas personal manajemen risiko bencana. Tahun ini, kami mengalokasikan sumber daya dan anggaran kerja sama untuk memperkuat kapasitas FPRB agar ruang gerak masyarakat dan akademisi dalam mitigasi bencana semakin efektif," ungkap Adhe Gantare.

Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wahono, mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam waktu dekat, terutama menghadapi potensi ancaman hidrometeorologi kering.

"Saat ini kita tengah bersiap mengantisipasi musim kemarau panjang yang berpotensi menimbulkan bencana kekeringan dan kebakaran hutan di wilayah Madiun, Ponorogo, Trenggalek, hingga Magetan. Penguatan kelembagaan FPRB sangat krusial untuk mendukung tata kelola penanggulangan bencana yang partisipatif dan berkelanjutan," jelas Heru.

Senada dengan Heru, Kalaksana BPBD Jatim Gatot Subroto menegaskan bahwa urusan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya domain BPBD.

"Kesadaran masyarakat adalah kunci. Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai dan kerja bakti membersihkan saluran air sangat berdampak untuk mencegah banjir. Tanpa kolaborasi dan kepatuhan semua pihak, mitigasi risiko tidak akan berjalan maksimal," tutur Gatot.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan BPBD Ponorogo Roma Haqni Dan Deny Hari P. D dan FPRB Ketua Ir. Muhamad Kujaeny (unsur RAPI)  dan Sekretari II  M. Nur Amin Zabidi (unsur PMI) 

Dalam sesi evaluasi, Ketua FPRB Kabupaten Ponorogo, Ir. Muhamad Kujaeny, menyambut baik forum koordinasi ini sebagai ruang bertukar informasi mengenai kelebihan dan kekurangan FPRB di tiap daerah.

Ketua FPRB Ponorogo, Ir. Muhamad Kujaeny serahkan laporan kegiatan Kepada Sekjen FPRB Jatim, Sudarmanto

FPRB Ponorogo yang telah eksis sejak 2021 secara rutin menggelar pelatihan dan sosialisasi mitigasi sebanyak dua hingga tiga kali setahun. 

Meski sempat menghadapi kendala anggaran, komunikasi yang baik dengan PLT Bupati dan pemda setempat membuat roda organisasi tetap berjalan normal.

"Alhamdulillah, berkat kolaborasi yang kuat, kami juga akan menerima dukungan fasilitas berupa satu unit mobil dan empat unit sepeda motor untuk memperkuat mobilitas relawan dalam menjalankan tugas mitigasi di lapangan," Jelas Kujaeny

Ia Menambahkan,

"Sinergi pentahelix adalah kekuatan kita. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media bersatu wujudkan budaya sadar bencana.". Tutupnya

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Further Reading:
Copied 👍

Latest News

  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun
  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun
  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun
  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun
  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun
  • Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Madiun

Post a Comment