Warga Tukum Bantu Penuhi Kebutuhan Darah PMI
anews.co, Lumajang – Semangat kemanusiaan ditunjukkan oleh masyarakat Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Dalam kegiatan Mobile Unit Donor Darah yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Lumajang pada Jumat malam (03/04/2026), warga setempat antusias menyumbangkan darahnya untuk membantu sesama.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tukum (Sanorah) mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang siap disalurkan bagi pasien yang membutuhkan di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Berdasarkan data resmi dari PMI Kabupaten Lumajang, tercatat sebanyak 35 pendonor dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya. Adapun rincian perolehan golongan darah tersebut terdiri dari golongan darah A sebanyak 9 kantong, golongan darah B sebanyak 10 kantong, golongan darah O sebanyak 13 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 3 kantong.
Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menyatakan bahwa partisipasi aktif warga desa sangat krusial dalam menjaga ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD).
Meskipun antusiasme cukup tinggi, tim medis tetap mengedepankan standar prosedur kesehatan yang ketat. Dari total warga yang mendaftar, terdapat 11 orang yang dinyatakan batal mendonor (ditunda) karena alasan medis. Faktor penyebab penundaan tersebut meliputi kadar Hemoglobin (Hb) rendah sebanyak 4 orang, tensi tinggi sebanyak 4 orang, dan riwayat medis lainnya sebanyak 3 orang.
Kepala Desa Tukum mengapresiasi warganya yang tetap menyempatkan waktu untuk hadir meski kegiatan dilakukan di waktu malam hari.
Dengan terkumpulnya 35 kantong darah ini, diharapkan dapat menambah ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Lumajang, terutama untuk jenis golongan darah yang sering dibutuhkan namun ketersediaannya terbatas.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tukum (Sanorah) mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang siap disalurkan bagi pasien yang membutuhkan di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Berdasarkan data resmi dari PMI Kabupaten Lumajang, tercatat sebanyak 35 pendonor dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya. Adapun rincian perolehan golongan darah tersebut terdiri dari golongan darah A sebanyak 9 kantong, golongan darah B sebanyak 10 kantong, golongan darah O sebanyak 13 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 3 kantong.
Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menyatakan bahwa partisipasi aktif warga desa sangat krusial dalam menjaga ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD).
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Tukum. Partisipasi ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Sinergi antara pemerintah desa dan PMI seperti ini sangat membantu kami dalam menjaga stabilitas stok darah di tingkat kabupaten," ujarnya
Meskipun antusiasme cukup tinggi, tim medis tetap mengedepankan standar prosedur kesehatan yang ketat. Dari total warga yang mendaftar, terdapat 11 orang yang dinyatakan batal mendonor (ditunda) karena alasan medis. Faktor penyebab penundaan tersebut meliputi kadar Hemoglobin (Hb) rendah sebanyak 4 orang, tensi tinggi sebanyak 4 orang, dan riwayat medis lainnya sebanyak 3 orang.
Kepala Desa Tukum mengapresiasi warganya yang tetap menyempatkan waktu untuk hadir meski kegiatan dilakukan di waktu malam hari.
"Kegiatan donor darah ini sudah menjadi agenda rutin di desa kami. Kami ingin memastikan warga tidak hanya sehat secara mandiri, tapi juga bisa memberikan manfaat bagi orang lain melalui donor darah. Kami berterima kasih kepada PMI Lumajang yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan pelayanan yang profesional," ungkapnya.
Dengan terkumpulnya 35 kantong darah ini, diharapkan dapat menambah ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Lumajang, terutama untuk jenis golongan darah yang sering dibutuhkan namun ketersediaannya terbatas.
PMI terus menghimbau masyarakat untuk rutin mendonorkan darah setiap dua atau tiga bulan sekali sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi

Post a Comment