Penemuan Jenazah di Hulu Sungai Pantai Pancer Door, Pacitan
anews.co, Pacitan - Kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dihebohkan dengan adanya peristiwa penemuan jasad manusia pada Minggu, 24 Mei 2026. Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan bersama jajaran petugas gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan terkait adanya tubuh yang mengapung di kawasan hulu sungai, tepatnya di sekitar area ikonik Masjid Apung Pacitan.
Operasi evakuasi kemanusiaan ini berjalan taktis dan tertib berkat kesigapan para relawan di lapangan. Penemuan ini pun langsung menjadi perhatian warga sekitar serta para wisatawan yang tengah menghabiskan waktu akhir pekan di sekitar pantai.
Identitas Korban dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Air
Sesaat setelah jasad berhasil diangkat dari permukaan air, petugas langsung melakukan proses pemeriksaan awal guna mengetahui identitas serta asal-usul korban.
Diduga Terpeleset Saat Menjala Ikan
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, korban teridentifikasi sebagai seorang pria berinisial M. Korban diketahui merupakan warga asli Dusun Barehan, Desa Sidoharjo, Kabupaten Pacitan. Menurut penuturan sejumlah saksi mata dan rekan seprofesi, M sehari-hari bekerja sebagai seorang nelayan tradisional.
Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban diduga kuat sedang melakukan aktivitas menjala ikan di sekitar hulu sungai pada pagi hari. Nahas, diduga karena faktor cuaca atau kondisi medan sungai yang licin, korban tergelincir dan tenggelam ke dalam arus hulu sungai tanpa sempat menyelamatkan diri.
Penuturan Petugas Lapangan PMI Pacitan
Apri Budi Santoso, salah satu personel rescue dari PMI Kabupaten Pacitan yang memimpin langsung jalannya evakuasi di air, memberikan keterangan teknis mengenai respons taktis timnya di lokasi kejadian.
"Kami bertindak cepat untuk mengevakuasi jenazah dan mendukung proses identifikasi agar keluarga korban mendapatkan kepastian secepat mungkin. Penanganan lebih lanjut mengenai penyebab tenggelamnya nelayan ini berada dalam tanggung jawab pihak berwajib," terang Apri Budi Santoso di lokasi.
Langkah cepat ini sengaja diambil guna mencegah jasad korban hanyut lebih jauh terbawa arus sungai menuju laut lepas, yang tentu akan mempersulit proses pencarian dan penanganan visual.
Sinergi Lintas Sektor dalam Operasi SAR di Masjid Apung
Keberhasilan evakuasi yang berjalan dengan lancar dan kondusif ini tidak terlepas dari tingginya komitmen gotong royong antar-instansi penegak hukum dan kebencanaan di Kabupaten Pacitan.
Kolaborasi Petugas Gabungan di Medan Evakuasi
Mengingat lokasi penemuan berada di sekitar struktur Masjid Apung yang memiliki kedalaman air bervariasi, PMI Pacitan tidak bekerja sendirian. Operasi penyelamatan dan pengangkatan jasad ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur pertahanan dan keamanan, antara lain:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan
- Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)
- Tentara Nasional Indonesia (TNI)
- Satuan Polisi Perairan dan Udara (POLAIRUD) Polres Pacitan
Seluruh unsur ini berbagi peran secara taktis. Ada yang bertugas mensterilkan lokasi dari kerumunan warga, menyiapkan kantong jenazah, hingga melakukan pengamanan jalur darat menggunakan armada ambulans. Setelah berhasil dievakuasi dari hulu sungai, jasad M langsung dirujuk menuju Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan guna keperluan visum et repertum serta penyelesaian dokumen administrasi. Setelah seluruh proses di rumah sakit rampung, PMI kembali mengantarkan jenazah M menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka di Sidoharjo untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Standardisasi Perawatan Alat Pasca-Operasi Kemanusiaan
Bagi organisasi Palang Merah Indonesia, pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi medis pasca-operasi merupakan sebuah kewajiban hukum yang tidak boleh diabaikan demi keselamatan publik.
Dekontaminasi dan Sterilisasi Unit Ambulans
Begitu tugas pengantaran jenazah ke rumah duka selesai, tim rescue PMI Pacitan segera kembali ke posko utama mereka. Seluruh kru langsung melakukan pembersihan total dan penyemprotan cairan disinfektan ke bagian dalam mobil ambulans, tandu air (floating stretcher), serta tali-temali yang sempat bersentuhan dengan air sungai. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bakteri atau material biologis berbahaya yang tertinggal di dalam armada penolong.
Komitmen Manajemen PMI Kabupaten Pacitan
Wakil Ketua PMI Kabupaten Pacitan, Sunaryo, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kerja keras para relawan serta koordinasi yang solid bersama jajaran TNI-Polri dan BPBD.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam penanganan kejadian ini. Tanggung jawab kami tidak hanya sampai di sini, kami juga melakukan pengecekan dan pembersihan terhadap sarana yang digunakan untuk memastikan kesiapan operasional ke depannya," tandas Sunaryo mantap.
Pentingnya Edukasi Keselamatan Kerja Bagi Nelayan Tradisional
Kematian tragis yang menimpa saudara M di hulu sungai Pancer Door menjadi salah satu contoh nyata dari tingginya risiko kecelakaan kerja yang dihadapi oleh para nelayan tradisional di Indonesia. Banyak nelayan lokal yang sering kali meremehkan aspek keselamatan dasar saat mencari nafkah di wilayah perairan terbuka maupun hulu sungai.
Penggunaan Alat Pelindung Diri Minimal di Air
Sebagai langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terus berulang, pihak berwenang bersama komunitas relawan terus mengimbau para pencari ikan untuk menerapkan protokol keselamatan mandiri, seperti:
- Wajib Menggunakan Life Jacket: Rompi pelampung ringan harus tetap dikenakan meskipun aktivitas menjala hanya dilakukan di tepi hulu sungai atau muara, guna mengantisipasi kram otot mendadak atau terperosok ke dalam palung sungai.
- Memantau Perubahan Cuaca Ekstrem: Memperhatikan peringatan dini pasang-surut air laut dan debit air sungai dari BMKG sebelum memutuskan mendekati area perairan.
- Hindari Beraktivitas Sendirian: Sebisa mungkin melakukan aktivitas menjala ikan berpasangan atau berkelompok agar jika terjadi situasi darurat, proses pertolongan pertama (first aid) dapat segera diberikan oleh rekan terdekat.
Penyelidikan Lanjutan oleh Pihak Berwajib
Operasi evakuasi penemuan jenazah di hulu sungai Pantai Pancer Door telah diselesaikan dengan sangat baik oleh tim gabungan PMI Pacitan. Skuad penolong telah kembali ke posko dalam keadaan aman dengan seluruh peralatan yang kembali siap tempur untuk operasi darurat berikutnya. Saat ini, kasus kematian nelayan berinisial M tersebut telah sepenuhnya diserahkan dan berada dalam penanganan intensif pihak kepolisian guna memastikan detail kronologi serta penyebab utama tenggelamnya korban secara hukum.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment