Hot ANews

PMI Ponorogo Bantu Korban Bencana Longsor di Banaran


anews.co, Ponorogo - Belum genap sepekan memasuki bulan April 2026, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menghadapi serangkaian bencana alam yang mengakibatkan banyak kerugian material dan emosional bagi masyarakat setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat 26 kejadian bencana alam dalam kurun waktu 1 hingga 5 April 2026, dengan mayoritas insiden berupa tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan, 

“Longsor yang paling parah melanda Desa Banaran, Kecamatan Pulung, mengakibatkan beberapa rumah dan akses jalan terisolasi oleh material longsor.”

Ia menambahkan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG telah menjadi dasar kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi potensi bencana.

Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak. 

Pada 13 April 2026, PMI mendistribusikan bantuan logistik, berupa paket sembako dan hygiene kit untuk 9 Kepala Keluarga di Desa Banaran. 

Bantuan diserahkan langsung oleh Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo Bidang Penanggulangan Bencana, HM. Bedianto, didampingi staf bidang logistik, Yoga Muhammad Ali, dan staf bidang Penanggulangan Bencana, M. Nur Amin Zabidi, diterima oleh Kepala Desa Banaran, Sarnu, di balai desa setempat.

Sarnu mengungkapkan, 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PMI Ponorogo yang telah memberikan bantuan kepada warga kami yang terkena dampak longsor. Bantuan ini meringankan beban kami dan memberikan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.”

Selain di Banaran, hari ini PMI juga mendistribusikan bantuan di Desa Wagir Kidul, dan Bekiring, serta Desa Bedoho Kecamatan Sooko.

Update hingga saat ini, PMI Ponorogo telah mendistribusikan bantuan bencana ke 21 Desa di 11 Kecamatan meliputi: Kecamatan Sawoo, Ngrayun, Sambit, Ponorogo, Sampung, Slahung, Jambon, Sooko, Siman, Ngebel, dan Pulung. 

HM. Bedianto menegaskan, 

“PMI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan dan membantu meringankan beban akibat bencana ini.”

BPBD Ponorogo dan PMI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah terkait potensi bencana di masa mendatang. 

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat ketangguhan komunitas menghadapi bencana.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan warga Ponorogo dapat pulih dan kembali menjalankan kehidupan mereka dengan lebih baik setelah musibah ini.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment