Hot ANews

Ekstra Jurnalistik MTsN 2 Pasuruan: Wadah Siswa Asah Literasi, Dokumentasi, dan Kreativitas


anews.co, Pasuruan – Di tengah derasnya arus informasi digital yang terus berkembang, ekstrakurikuler jurnalistik di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pasuruan tampil sebagai wadah strategis bagi siswa untuk belajar memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bijak, akurat, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini semakin diminati siswa dari tahun ke tahun. Bukan sekadar belajar teori, para anggota jurnalistik langsung diajak terjun ke lapangan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh. 

Mulai dari struktur penulisan berita, penerapan teknik 5W+1H, hingga cara melakukan wawancara dengan berbagai narasumber — semuanya dipelajari dalam suasana yang santai namun tetap produktif.

Salah satu hal yang membedakan ekstrakurikuler ini dari kegiatan lainnya adalah penekanan pada kepekaan sosial. Siswa dilatih untuk melihat nilai berita dari hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, mulai dari kegiatan sekolah hingga peristiwa sederhana yang kerap luput dari perhatian.

Proses tersebut secara tidak langsung membentuk kemampuan berpikir kritis siswa. Mereka belajar mengamati, menganalisis, lalu menyajikan informasi dengan cara yang tepat dan mudah dipahami pembaca.

Yang menarik, jurnalistik di MTsN 2 Pasuruan tidak hanya berfokus pada penulisan berita. Siswa juga mendapat pembekalan keterampilan dokumentasi dan fotografi — dua kemampuan yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia jurnalisme modern.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kenzo, salah satu anggota aktif ekstrakurikuler jurnalistik MTsN 2 Pasuruan. 

Menurutnya, kemampuan mendokumentasikan kegiatan sama pentingnya dengan kemampuan menulis berita.

"Jurnalistik itu penting, karena kita tidak hanya belajar menulis berita, tapi juga belajar mengambil gambar dan mendokumentasikan kegiatan. Apalagi sekarang, dokumentasi sangat dibutuhkan untuk penyebarluasan informasi," ungkap Kenzo. Rabu, (8/4)

Pernyataan tersebut mencerminkan pemahaman siswa yang sudah mulai melek terhadap kebutuhan dunia media di era digital. Kemampuan mengemas informasi secara visual dan tekstual secara bersamaan menjadi nilai lebih yang mereka miliki.

Pembina ekstrakurikuler jurnalistik MTsN 2 Pasuruan, Ema Khafidhotur, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini jauh lebih dari sekadar mengajarkan teknik menulis. 

Ia ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya konsumtif terhadap informasi, tetapi mampu memproduksi informasi secara cerdas dan beretika.

"Kami ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi. Melalui jurnalistik, mereka belajar menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab, kritis, dan beretika sejak dini," tegas Ema.

Menurut Ema, literasi berita perlu ditanamkan sejak usia dini, mengingat siswa saat ini tumbuh di lingkungan yang dipenuhi konten digital dari berbagai platform. Dengan memahami proses pembuatan berita secara langsung, siswa akan lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi.

Ekstrakurikuler jurnalistik di MTsN 2 Pasuruan terbukti menjadi ruang tumbuh yang komprehensif bagi siswa. Selain kemampuan menulis dan mendokumentasikan peristiwa, mereka juga mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta kreativitas, bekal penting yang akan terus bermanfaat di masa depan.

Di era di mana informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik, kemampuan menyampaikan berita secara menarik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kompetensi yang sangat berharga. Dan MTsN 2 Pasuruan, melalui ekstrakurikuler jurnalistiknya, telah membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik — tetapi juga tempat lahirnya jurnalis-jurnalis muda yang kritis dan berintegritas.

Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment