PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan



anews.coPasuruan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan secara responsif melaksanakan kegiatan pemulihan pasca-bencana melalui layanan pengurasan sumur warga di wilayah Kecamatan Bangil, Kamis (2/4). Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses air bersih setelah pemukiman mereka terendam banjir yang mengakibatkan sumber air tercemar.

Kegiatan difokuskan di dua titik terdampak paling parah, yakni wilayah Wetan Alun dan Kelurahan Pogar. Dalam operasi ini, PMI menerjunkan 7 personel ahli yang dibekali peralatan teknis mumpuni. Proses pengurasan tidak hanya sekadar mengeluarkan air, tetapi juga pembersihan endapan lumpur yang menjadi sumber kontaminasi.

Guna menjamin standar keselamatan dan efektivitas kerja, seluruh petugas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta menggunakan mesin pompa air berkekuatan tinggi. Langkah ini menunjukkan profesionalisme PMI dalam menangani dampak kesehatan lingkungan secara tepat guna.


Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga. Safii, salah satu warga setempat, memberikan kesaksian bahwa sebelum intervensi PMI, kondisi air sumurnya sangat kumuh dan tidak layak konsumsi.

“Setelah dikuras dan lumpurnya diangkat, kondisi air berangsur membaik. Walaupun masih ada sedikit warna kekuningan yang wajar pasca-pengurasan, airnya sudah tidak keruh lagi seperti sebelumnya,” ujar Safii.

Hal senada diungkapkan oleh Haris Widodo. Ia merasa terbantu karena kebutuhan air bersih untuk aktivitas harian kini mulai terpenuhi kembali. Testimoni dari warga ini menjadi bukti nyata transparansi dan keberhasilan program bantuan yang dijalankan PMI di lapangan.

Kepala Pelayanan PMI Kabupaten Pasuruan, Rifian Rosandy, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian integral dari mandat PMI dalam manajemen penanganan bencana.

“Kegiatan ini adalah layanan resmi melalui Posko PMI Kabupaten Pasuruan. Fokus kami adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih yang merupakan komponen vital kesehatan pasca-banjir,” tegas Rifian.

Rifian menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan lanjutan di wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada wabah penyakit yang muncul akibat sanitasi yang buruk.

Edukasi dan Layanan Berkelanjutan

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan publik, PMI juga memberikan edukasi kepada warga mengenai teknik filtrasi air sederhana dan pentingnya desinfeksi. Warga diimbau untuk tetap melakukan langkah preventif seperti:
1. Merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
2. Menggunakan alat penyaringan (filtrasi) untuk meningkatkan kejernihan.
3. Menggunakan desinfektan air sesuai dosis jika diperlukan.

"Bagi masyarakat di wilayah lain yang membutuhkan layanan serupa, PMI Kabupaten Pasuruan telah membuka saluran komunikasi melalui Posko PMI setempat agar laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh tim respons cepat,". Tutupnya

Penulis: Haafiid 
Editor: Redaksi
Further Reading:
Copied 👍

Latest News

  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan
  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan
  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan
  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan
  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan
  • PMI Lakukan Pengurasan Sumur Warga Terdampak Banjir di Pasuruan

Post a Comment