Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0


anews.co, Ponorogo – Para peserta Paradaya Movement 2.0 merayakan hari yang spesial dengan diadakannya Closing Ceremony sebagai penutup program pemberdayaan perempuan penerima manfaat zakat. Kamis, 12 Maret 2026

Program yang digagas oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) ini membuktikan betapa besar peran zakat dalam mengubah kehidupan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjahit dan membatik.

Paradaya Movement 2.0, program yang diluncurkan sejak Oktober 2025 ini, bukan hanya bertujuan memberikan pelatihan teknis, tetapi juga memberdayakan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. 

Dr. Agung Wicaksono, Direktur LMI Ponorogo, dalam pidatonya saat acara penutupan, mengatakan, 

"Kami percaya bahwa zakat tidak hanya mengentaskan kemiskinan, tetapi juga dapat menjadi alat transformasi sosial. Melalui program ini, kami berupaya memberdayakan para perempuan agar memiliki keterampilan yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka."

Setelah proses seleksi yang ketat dari 43 pendaftar, delapan perempuan terpilih untuk mengikuti program ini. 

Selama lima bulan, mereka tidak hanya belajar menjahit pakaian seperti tunik, gamis, dan busana lainnya, tetapi juga mendalami teknik membatik dengan metode pewarnaan Remazol yang terkenal tahan lama. 

Kursus tersebut diadakan di Sanggar Sakha Kencana yang merupakan bagian dari SAKHA Boutique, mitra pelatihan program ini.

Para peserta menunjukkan dedikasi luar biasa sepanjang pelatihan, dan hasilnya dipamerkan selama Closing Ceremony. 

"Saya sangat berterima kasih kepada LMI yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan berkreasi. Ini adalah peluang besar bagi kami untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ungkap salah satu peserta, Rina, dengan penuh semangat.

Tidak hanya sampai di situ, LMI akan terus mendukung para lulusan dalam mengembangkan keterampilan mereka menjadi usaha yang produktif. Rencananya, pendampingan dan pemantauan akan dilakukan selama dua tahun untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan usaha mereka. 

"Tujuan kami adalah agar setiap peserta dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi lebih mandiri secara finansial," imbuh Agung Wicaksono.

Dengan didukung penuh oleh Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, program ini menandakan sinergi yang baik antara lembaga pemberi zakat dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Paradaya Movement 2.0 adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memberikan dampak signifikan bagi pemberdayaan perempuan. Lebih dari sekedar program, ini adalah gerakan untuk meraih perubahan yang berkelanjutan.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Also read
Copied!

Latest News

  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0
  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0
  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0
  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0
  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0
  • Zakat Ubah Nasib! LMI Ponorogo Sukses Berdayakan Perempuan Lewat Paradaya Movement 2.0

Post a Comment