PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa


anews.co, Ponorogo – SMK Negeri 2 Ponorogo kembali memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi unggul dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja. Pada Rabu (1/4/2026), sekolah resmi melepas ratusan siswa kelas XI untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dibekali dengan jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis dalam apel pemberangkatan. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan profesional.

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa PKL bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan fase krusial membentuk lulusan yang siap kerja dan adaptif. 

Namun, ia menegaskan bahwa keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan karakter dan perlindungan diri.

“Selamat melaksanakan PKL. Jaga kejujuran, disiplin, dan junjung tinggi semangat ‘sendiko dawuh’. Buang ego, bangun tanggung jawab, dan tunjukkan profesionalisme di dunia kerja,” tegas Suryanto di hadapan para siswa.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo, Dony Eko Setiawan, turut hadir memberikan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial sejak dini. 

Menurutnya, perlindungan ini memberikan rasa aman bagi siswa yang baru pertama kali terjun ke dunia industri (DUDI).

“Program ini memastikan siswa mendapatkan perlindungan dasar. Jika terjadi risiko kerja, mereka berhak atas santunan sesuai ketentuan. Ini adalah upaya membangun kesadaran jaminan sosial sejak mereka masih di bangku sekolah,” jelas Dony.

Dalam skema ini, para siswa terdaftar sebagai peserta kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Mereka memperoleh perlindungan ganda, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang berlaku selama masa praktik di industri.

Waka Humas SMK Negeri 2 Ponorogo, Sri Sumaryana, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah langkah progresif sekolah. 

Dengan adanya jaminan ini, diharapkan beban psikologis siswa dan orang tua terkait risiko kecelakaan kerja dapat terminimalisir.

“Dengan perlindungan ini, siswa dapat lebih fokus mengembangkan keterampilan dan pengalaman kerja tanpa rasa khawatir,” ungkap Sri Sumaryana.


PKL periode kedua tahun 2026 ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai April hingga September. Tidak tanggung-tanggung, SMK Negeri 2 Ponorogo telah bekerja sama dengan 74 mitra Dunia Kerja (DUDI) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Melalui kemitraan yang kuat ini, SMK Negeri 2 Ponorogo membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan perlindungan diri di lingkungan kerja profesional. 
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Further Reading:
Copied 👍

Latest News

  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa
  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa
  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa
  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa
  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa
  • PKL Anti-Cemas! SMKN 2 Ponorogo Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ratusan Siswa

Post a Comment