Lebaran Lebih Awal! Jemaah Tarekat Syattariyah Ponorogo Gelar Salat Id Kamis
Pelaksanaan salat Id ini berlangsung khusyuk di Pondok Pesantren Darul Islam, di mana para jemaah dari berbagai daerah seperti Madiun, Kediri, dan Wonogiri turut hadir, menandai momen spiritual yang mendalam.
Pemandangan pagi itu diwarnai oleh jemaah yang mengenakan pakaian muslim khas, lengkap dengan sarung dan mukena terbaik mereka.
Tradisi salat Idulfitri yang digelar lebih awal ini menurut Ahmad Khumaidi, pengasuh pondok pesantren, dilaksanakan karena jemaah Tarekat Syattariyah telah memulai puasa Ramadan satu hari lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah, sehingga pada hari Kamis mereka sudah genap berpuasa selama 30 hari.
Khumaidi menegaskan bahwa perbedaan dalam penetapan awal Ramadan dan Idulfitri adalah bagian dari keragaman yang sudah lama ada dalam masyarakat Islam di Indonesia.
Beliau mencontohkan bagaimana perbedaan ini tidak menjadi bahan perdebatan di kalangan jemaah, tetapi sebaliknya, dihormati sebagai variasi dalam menjalani niat ibadah kepada Allah.
Sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam lainnya yang mungkin belum merayakan Idulfitri, jemaah Tarekat Syattariyah ini tidak menggelar takbiran pada malam Idulfitri.
Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tricahyo Wiyono, yang turut memantau acara ini, berharap agar perbedaan dalam penetapan hari raya ini justru dapat memperkuat ikatan toleransi dan kebersamaan di masyarakat.
"Perbedaan ini jangan sampai memecah belah," tegas Agus, yang melihat adanya potensi untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam masyarakat yang majemuk.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Further Reading:

Post a Comment