Melalui Muskab X, Luhur Karsanto Kembali Terpilih sebagai Ketua PMI Ponorogo 2026-2031
0 minutes read
![]() |
| Sambutan Ketua Tepilih PMI Kabupaten Ponorogo Luhur Karsanto |
Acara yang berlangsung hikmat ini memiliki agenda utama pemilihan kepengurusan baru PMI Kabupaten Ponorogo untuk periode 2026-2031.
Hasil dari pertemuan penting ini meneguhkan kepercayaan dan dedikasi dengan terpilihnya kembali Luhur Karsanto sebagai Ketua PMI Kabupaten Ponorogo secara aklamasi.
Acara Muskab ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, SKM, M.Kes, yang mewakili Plt Bupati Ponorogo yang berhalangan hadir.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Sosial BudayaPMI Jawa Timur, dr. Harsono, didampingi Wakil Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Jatim, Dwi Suyanto, menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang baik sebagai landasan untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara efektif.
Acara Muskab ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, SKM, M.Kes, yang mewakili Plt Bupati Ponorogo yang berhalangan hadir.
Dyah Ayu mengungkapkan salam hormat dan semangat dari Plt Bupati kepada seluruh peserta musyawarah dan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara PMI dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
![]() |
| Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo mewakil Plt Bupati Ponorogo |
Sinergi ini mencakup area penanggulangan bencana, penyediaan darah, dan kegiatan Sosial Budayakemanusiaan lainnya, yang merupakan inti dari misi PMI.
“PMI telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Ponorogo tanpa memandang ras, agama, dan golongan. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi seluruh pengurus PMI Kabupaten Ponorogo,” ujar Dyah Ayu dalam sambutannya.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Sosial BudayaPMI Jawa Timur, dr. Harsono, didampingi Wakil Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Jatim, Dwi Suyanto, menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang baik sebagai landasan untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara efektif.
Musyawarah ini bertujuan memilih pimpinan dan pengurus baru yang akan menyusun rencana strategis lima tahun ke depan, khususnya dalam bidang kepalangmerahan.
“Kerelawanan adalah ujung tombak kami. Tidak mungkin relawan dari luar daerah datang saat bencana, maka kami harus membina relawan di tingkat kecamatan dan kabupaten,” ujar Harsono.
![]() |
| dr. Harsono, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial BudayaPMI Provinsi Jawa Timur saat sambutan |
Harsono juga memberikan apresiasi atas kontribusi PMI Ponorogo dan PMI Jawa Timur sebagai perwakilan PMI Pusat yang mengirimkan relawan serta bantuan logistik ke daerah bencana di Aceh, Sumatera. Salah satu relawan, Zaki Humaidi, bersama 19 relawan lainnya dari seluruh Jawa Timur, membantu pengiriman 10 truk bantuan dan mengawal Kapal Kemanusiaan PMI gelombang pertama bersama Kalla Lines. Selain itu, M Nur Amin amin turut serta dalam peliputan respons Kapal Kemanusiaan PMI gelombang kedua bersama Kalla Lines, bertugas di Aceh selama satu bulan untuk mendukung mobilisasi PMI Pusat.
"Kami sangat mengapresiasi kontribusi luar biasa dari PMI Ponorogo dan PMI Jawa Timur sebagai perwakilan PMI Pusat. Relawan seperti Zaki Humaidi dan timnya yang terdiri dari 19 relawan lainnya telah memberikan dukungan nyata dengan mengawal pengiriman 10 truk bantuan serta Kapal Kemanusiaan PMI gelombang pertama bersama Kalla Lines. Tak kalah penting, kehadiran M Nur Amin amin dalam peliputan respons gelombang kedua selama satu bulan di Aceh sangat membantu mobilisasi dan koordinasi PMI Pusat dalam penanganan bencana ini."
Dalam pengelolaan organisasi, Harsono menekankan pentingnya demokrasi yang dijalankan dengan musyawarah mufakat dan aklamasi untuk membentuk pengurus dan rencana strategis lima tahun ke depan. Selain itu, Harsono menyoroti pentingnya donor darah sebagai bagian dari tugas PMI.
Semua Unit Donor Darah (UDD) di Jawa Timur sudah terakreditasi dan berkualitas, termasuk UDD di Ponorogo yang sedang ditingkatkan menjadi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk menjamin keamanan transfusi darah.
Luhur Karsanto, ketua terpilih Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo 2026-2031, menegaskan pentingnya keikhlasan dan kesabaran dalam mengurus organisasi yang berfokus pada pelaksanaan misi kemanusiaan ini.
Ia mengajak seluruh pengurus dan peserta musyawarah untuk terus mengabdi dengan semangat tersebut.
“Profesionalisme dalam pengelolaan PMI dan transparansi dalam setiap kegiatan organisasi adalah kunci keberhasilan pelayanan kami,” ujar Luhur.
Selama masa kepengurusan sebelumnya, PMI Ponorogo telah melaksanakan berbagai program penting, seperti penanganan bencana, pelayanan Sosial Budayadan kesehatan, pembinaan Palang Merah Remaja, serta pengelolaan darah.
Musyawarah ini juga menjadi momentum evaluasi dan penyusunan program kerja baru, sekaligus pemilihan ketua baru untuk lima tahun ke depan. Luhur berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan kualitas pelayanan PMI demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ponorogo.
Ia juga menyampaikan laporan kegiatan periode 2021-2026 yang mencakup program di bidang bencana, pelayanan sosial, kesehatan, dan pengelolaan darah, serta upaya peningkatan kualitas Unit Donor Darah sesuai standar CPOB yang diawasi BPOM.
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, PMI Ponorogo telah bekerjasama dengan kantor akuntan publik dalam pelaksanaan audit eksternal.
“Pengelolaan organisasi yang profesional sangat penting untuk keberlanjutan pelayanan kemanusiaan yang kita jalankan,” tutup Luhur Karsanto.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kegiatan Muskab X, Ketua terpilih berencana mengadakan rapat formatur bersama perwakilan pengurus PMI tingkat kecamatan untuk menyusun kepengurusan lengkap PMI Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026-2031.




