PMI Salurkan Sepuluh Ribu Liter Air di Aeramo
ANEWS.co, NAGEKEO — Palang Merah Indonesia (PMI) terus mengintensifkan pengerahan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Sebagai langkah nyata pemenuhan kebutuhan dasar, PMI memobilisasi armada tangki air dan menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih bagi warga di Desa Aeramo pada Minggu (6/9/2026).
Langkah penanganan darurat ini dilakukan untuk mengatasi krisis ketersediaan air bersih yang dialami warga pascagempa. Operasi penyuplai air bersih tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 16.00 WITA. Guna menjaga kualitas air yang disalurkan agar layak konsumsi dan higienis, petugas PMI mengambil pasokan air secara langsung dari sumber air terpercaya di Sumur Bor Lape. Penyaluran air bersih tersebut dilakukan dalam dua tahapan pengiriman dengan volume masing-masing 5.000 liter per pengiriman.
Pada pengiriman tahap pertama, pasokan sebanyak 5.000 liter air bersih diarahkan langsung menuju pemukiman warga di RT 24 Desa Aeramo. Bantuan pada titik pertama ini ditujukan untuk menopang kebutuhan harian bagi 4 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 24 jiwa penerima manfaat.
Selanjutnya, pengiriman tahap kedua dilakukan menuju titik distribusi di RT 01 Desa Aeramo dengan volume yang sama, yaitu 5.000 liter. Layanan pada lokasi kedua ini dimanfaatkan oleh 3 kepala keluarga atau setara dengan 19 jiwa. Di antara kelompok warga penerima manfaat di RT 01 tersebut, terdapat warga dari kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus, yakni satu anak balita dan satu ibu menyusui.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan bahwa jaminan pasokan air bersih menjadi salah satu pilar prioritas PMI selama berjalannya masa tanggap darurat bencana gempa bumi di wilayah Nagekeo.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PMI akan terus berupaya memberikan layanan kepada warga terdampak, terutama di lokasi yang masih membutuhkan akses air bersih," ujar Kristianus Pantaleon Jogo dalam keterangannya di sela-sela pemantauan distribusi air di lapangan.
Dalam teknis penyalurannya, petugas PMI memindahkan air secara langsung dari truk tangki menuju wadah-wadah penampungan yang dimiliki dan digunakan oleh warga setempat. Secara keseluruhan, layanan sektor WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) PMI mengisikan pasokan air ke dalam empat unit tandon dan satu unit bak semen penampungan.
Kondisi fasilitas penampungan air di lokasi bencana yang harus digunakan secara bersama-sama oleh beberapa keluarga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Kendati demikian, tim PMI memastikan alokasi air terbagi secara merata agar seluruh kebutuhan higienitas dan konsumsi harian warga terdampak gempa dapat terpenuhi secara optimal. Melalui layanan WASH ini, PMI Kabupaten Nagekeo berkomitmen untuk terus mendampingi warga selama periode pemulihan tanggap darurat berlangsung.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment