Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong




ANEWS.co
MANGGARAI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai terus menyalurkan bantuan kemanusiaan holistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi. Pada Sabtu (5/9/2026), PMI menggelar layanan dukungan psikososial atau Psychosocial Support Service (PSS) yang menyasar anak-anak penyintas bencana di Dusun Purek, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng.

Langkah ini dilakukan untuk membantu pemulihan kesehatan mental anak-anak agar kembali merasa aman, nyaman, dan mampu menjalankan aktivitas harian pascapertistiwa traumatik gempa bumi. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para relawan mengajak anak-anak bermain, belajar, bernyanyi, serta mengekspresikan trauma yang dialami dalam suasana yang positif.

Sebanyak 57 anak menjadi sasaran dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 23 anak laki-laki dan 34 anak perempuan. Pendampingan lapangan difasilitasi oleh empat personel relawan gabungan, yakni dua personel utusan PMI Pusat dan dua anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Manggarai.

Koordinator Layanan PSS PMI, Nur Azizah, menjelaskan bahwa skema pendampingan diawali dengan mengumpulkan anak-anak di satu titik kumpul komunal untuk berkreasi bersama. Interaksi kelompok ini penting untuk melepaskan emosi negatif yang terpendam akibat gempa.

"Awal kegiatan mengumpulkan anak-anak di satu titik, supaya bisa belajar, menyanyi, dan berkreasi bersama. Tujuan dari layanan dukungan psikososial tersebut agar anak-anak bisa mengeluarkan perasaannya, supaya tidak dipendam dan kita bisa melihat perubahan anak setelah gempa, biar mereka tetap mengeluarkan ekspresinya dengan ceria," kata Nur Azizah.

Azizah menambahkan bahwa pihaknya memproyeksikan Desa Beo Rahong dapat dijadikan sebagai desa binaan jangka panjang. Langkah ini penting agar pendampingan kondisi mental anak-anak dapat terpantau secara berkala.

"Harapan dan tindak lanjut dari program, desa ini bisa menjadi desa binaan, supaya kita bisa melihat perkembangan dari setiap anak, apakah ada perubahan buruk ataupun menjadi lebih baik, sehingga kita bisa tindak lanjuti," ujar Azizah.

Manfaat program psikososial ini dirasakan langsung oleh para peserta. Kiran, salah satu anak peserta kegiatan PSS, mengaku sangat terhibur karena sebelumnya atmosfer di lokasi pengungsian terasa sepi dan diliputi rasa cemas.

"Sebelumnya kami tidak bermain, bernyanyi, dan belajar bersama. Saya merasa senang ketika kakak-kakak dari PMI datang untuk mengajar dan bermain bersama kami. Semoga kakak-kakak PMI datang lagi supaya kami bisa bermain dan belajar bersama," ucap Kiran.

Melalui program ini, PMI Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan perlindungan dan pemulihan kesehatan mental anak-anak di samping pemenuhan logistik fisik selama masa tanggap darurat pascagempabumi.


Penulis: Edho 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong
  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong
  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong
  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong
  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong
  • Layanan Psikososial PMI Hadir untuk Anak Desa Rahong

Post a Comment