Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo



ANEWS.co, Gresik - Sistem logistik yang responsif, terstruktur, dan aman merupakan urat nadi dari setiap operasi kemanusiaan. Ketika bencana melanda, kecepatan distribusi bantuan sangat bergantung pada seberapa siap staf di lapangan dalam mengelola gudang dan armada pengiriman. Menyadari krusialnya peran ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis dengan menggelar pelatihan intensif guna memperkuat kapasitas para personelnya di tingkat daerah.
Di balik agenda besar organisasi ini, muncul komitmen kuat dari para peserta yang berada di garis depan pelayanan. Salah satunya datang dari Yoga Muhammad Ali, utusan resmi dari PMI Kabupaten Ponorogo. Berbekal ilmu baru yang didapatnya, ia kini siap membawa perubahan besar bagi tata kelola logistik dan bantuan kemanusiaan di wilayahnya.

Komitmen PMI Jatim dalam Memodernisasi Tata Kelola Pergudangan

PMI Provinsi Jawa Timur secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Logistik yang berlangsung pada tanggal 22 hingga 29 Juni 2026. Bertempat di Kabupaten Gresik, kegiatan krusial ini diikuti oleh 38 peserta yang merupakan staf logistik pilihan dari berbagai Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Jawa Timur. Penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar distribusi bantuan kemanusiaan ke depan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Pelatihan ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang PMI untuk memperkuat sistem manajemen logistik yang komprehensif. Selama satu minggu penuh, para peserta digembleng dengan kurikulum terbaru yang mencakup standarisasi struktur dan infrastruktur pergudangan, pembaruan petunjuk pelaksanaan (juklak), serta penajaman petunjuk teknis (juknis) pergudangan.
Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. R. Eddy Indrayana, menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi ini dalam sambutan pembukaannya. Menurutnya, manajemen pergudangan yang solid akan berdampak langsung pada kecepatan operasi tanggap darurat di lapangan.
"Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pergudangan serta mendukung respons tanggap darurat yang cepat dan tepat. Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan staf yang kompak," ujar Dr. Ir. R. Eddy Indrayana.

Tantangan Awal Yoga Muhammad Ali: Menembus Keterbatasan Pengalaman

Bagi sebagian personel di tingkat daerah, penugasan di bidang manajemen rantai pasok (supply chain) merupakan sebuah tanggung jawab besar yang penuh tantangan. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Yoga Muhammad Ali saat pertama kali dipercaya mengemban amanah sebagai staf logistik di Markas Kabupaten Ponorogo.
Sebelum bertolak ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Jawa Timur, Yoga mengakui bahwa bekal pengetahuan teoritis maupun praktis yang dimilikinya seputar dunia logistik darurat masih sangat minim. Menjadi bagian dari lini pertahanan kemanusiaan dengan latar belakang yang minim ilmu pergudangan tentu memberikan tekanan tersendiri, sehingga membutuhkan proses adaptasi yang tidak sebentar.
"Pengalaman saya sebelum mengikuti pelatihan ini sebenarnya sangat minim. Namun, karena sudah diberi tanggung jawab sebagai staf logistik, saya sadar betul bahwa diperlukan proses pembiasaan dan belajar yang cepat agar bisa mengimbangi kebutuhan organisasi di lapangan," ungkap Yoga Muhammad Ali menceritakan kilas balik kondisinya.
Kondisi awal yang serba terbatas tidak membuat semangatnya surut. Bagi Yoga, penugasan tersebut justru menjadi motivasi kuat untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya selama pelatihan di Pusdiklat berlangsung demi membawa perubahan positif ke daerah asal.

Mengupas Detail Operasional: Dari Pengemasan hingga Keselamatan Kerja

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Yoga Muhammad Ali mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang membuka matanya. Ia menilai metode pengajaran di Pusdiklat PMI Jawa Timur sangat mendalam dan aplikatif. Berbagai hal yang selama ini dianggap sebagai rutinitas biasa dipecah menjadi komponen-komponen detail yang sangat ilmiah dan terukur.
Peserta tidak hanya diajarkan teori makro mengenai alur logistik, tetapi juga dilatih secara presisi dalam menangani aktivitas teknis harian di dalam gudang. Pembelajaran tersebut meliputi empat pilar operasional utama:

1. Standarisasi Pengemasan (Packing) Bantuan

Proses mengemas barang bantuan ternyata memiliki teknik khusus. Penataan yang benar memastikan komoditas di dalamnya tidak rusak selama proses penyimpanan jangka panjang maupun saat menghadapi guncangan ekstrem di perjalanan.

2. Mekanisme Penerimaan dan Verifikasi Barang

Alur masuknya barang dari donatur atau gudang pusat harus dicatat dengan ketat. Peserta dilatih untuk memastikan kesesuaian manifes, memeriksa kualitas fisik bantuan, hingga melakukan penataan barang berdasarkan sistem berkala yang sistematis.

3. Manajemen Distribusi dan Keselamatan Kerja

Distribusi logistik sering kali dilakukan dalam situasi darurat dengan medan yang berbahaya. Oleh karena itu, pelatihan ini memberikan perhatian besar pada aspek keselamatan kerja staf saat mengangkat beban berat maupun saat mengoperasikan perangkat gudang.

4. Perhitungan Akurat Muatan Armada Pengiriman

Salah satu materi yang dinilai sangat menantang sekaligus bermanfaat bagi Yoga adalah teknik menghitung volume dan berat muatan mobil box atau truk bantuan. Menghitung muatan secara akurat memastikan armada tidak mengalami kelebihan beban (overload) yang dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta menjamin seluruh ruang angkut terpakai secara optimal.
"Saat ikut pelatihan, banyak sekali materi yang diajarkan. Hal-hal kecil tentang logistik benar-benar dipecah secara detail, mulai dari pengemasan, penerimaan, pengiriman barang, serta keselamatan kerja dalam melakukan itu. Kami juga diajarkan menghitung jumlah muatan mobil untuk pengiriman bantuan," jelas Yoga mengenai pengalamannya.

Rencana Aksi Strategis: Siap Rombak Sistem Logistik Markas Ponorogo

Ilmu yang didapatkan selama satu minggu penuh di Pusdiklat PMI Jawa Timur tidak akan dibiarkan menjadi catatan di atas kertas semata. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas mandat pelatihan, Yoga Muhammad Ali telah menyusun rencana aksi nyata jangka pendek dan jangka panjang yang akan segera diterapkan di tingkat Markas PMI Kabupaten Ponorogo.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) yang didapatkan di tingkat provinsi dapat diturunkan secara merata di level lokal. Terdapat empat rencana kerja utama yang akan diinisiasi oleh Yoga ke depan:
  • Membuat Prosedur Logistik yang Baku: Menyusun dokumen regulasi internal yang mengatur alur masuk dan keluar barang secara sistematis agar pengelolaan logistik di Markas Ponorogo menjadi lebih transparan, rapi, dan akuntabel.
  • Meningkatkan Packing Bantuan: Mengubah metode pengemasan paket sembako dan bantuan darurat lainnya agar lebih kokoh, aman, serta tahan terhadap cuaca ekstrem saat didistribusikan ke lokasi terdampak bencana.
  • Menyusun Safety Job Analysis (SJA) di Markas: Mengidentifikasi potensi bahaya kerja di lingkungan gudang lokal dan menyusun panduan keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi para staf maupun relawan yang bertugas.
  • Menyediakan Formulir Logistik yang Lengkap: Menyediakan dan mengintegrasikan formulir administrasi logistik yang komprehensif (seperti kartu stok, berita acara serah terima, dan surat jalan) demi tertib administrasi yang lebih baik di masa depan.
Melalui rencana aksi yang terstruktur ini, Yoga Muhammad Ali optimis bahwa PMI Kabupaten Ponorogo akan memiliki sistem pertahanan logistik yang jauh lebih kuat, profesional, dan siap menghadapi situasi darurat apa pun secara cepat dan tepat.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo
  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo
  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo
  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo
  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo
  • Yoga Muhammad Ali Siap Perkuat Sistem Manajemen Logistik di PMI Ponorogo

Post a Comment