PMI dan PKSPL IPB Lakukan Survey NbS Program ELECTRA di Manggarai
anews.co, Manggarai - Penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekosistem wilayah pesisir menjadi salah satu kajian penting dalam program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang sedang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) melalui program ELECTRA dukungan American Red Cross (AmCross) yang dilaksanakan di tujuh desa/kelurahan, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak April 2025 lalu.
Dalam rangka mendukung ketangguhan komunitas dalam bidang PRB, PMI berkolaborasi dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University untuk melakukan survey dan studi lapangan terkait pendekatan Nature-based Solutions (NbS) atau Solusi Berbasis Alam. Kegiatan assesment NbS ini dilaksanakan pada tanggal 27 April hingga 01 Mei 2026 di tujuh desa/kelurahan program ELECTRA khususnya di wilayah Selatan untuk tiga desa yaitu Terong, Cambir Leca dan Hilihintir di Kecamatan Satar Mese Barat dan 4 desa/kelurahan di wilayah Utara, yaitu dua desa yaitu Lemarang dan Para Lando di Kecamatan Reok Barat serta Desa Robek dan Kelurahan Wangkung di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Ketua Tim studi dari PKSPL-IPB University, mengungkapkan bahwa kegiatan survei lapangan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan melihat secara langsung kondisi lapangan serta masyarakat di desa-desa program.
Andy Affandy, menerangkan bahwa setelah dilakukan studi lapangan, ada empat hal penting yang menjadi temuan, yaitu pertama kajian risiko dan potensi ancaman bencana di tujuh desa yang karakternya hampir sama yaitu ancaman longsor, rob, banjir, penyakit pada manusia, hewan bahkan tanaman seperti hama padi dan penyakit pada pisang kepok.
Kedua, rencana pendekatan solusi berbasi alam (nature-based solutions) agar dapat diintegrasikan dalam pembuatan infrastruktur desa seperti tanggul penahan abrasi, beronjong dengan tanaman-tanaman yang cocok sesuai karakter lokasi dan pemanfaatannya.
Ketiga, penggalian potensi mata pencaharian alternatif (livelihood) untuk menunjang pemenuhan kebutuhan masyarakat dan menjadi solusi alternatif ketika lapangan pekerjaan utama mengalami kegagalan. Misalkan pembuatan abon dan naget ikan agar ikan tidak dibuang jika hasil panennya berlimpah.
Dan keempat, terkait penguatan regulasi dan kelembagaan desa khususnya untuk mendukung perlindungan kawasan dan ekosistem yang ada. Misalkan melalui peraturan desa tentang perlindungan hutan dan pemanfaatan hasilnya.
Menanggapi kegiatan ini, kepala Desa Para Lando menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan serta kegiatan studi lapangan ini. Lemen Agustinus menerangkan bahwa
"Pemerintah desa dan masyarakat sangat mengapresiasi kehadiran PMI, AmCross dan PKSPL IPB di desa kami. Pasca pelaksanaan program ELECTRA selama setahun ini, ada banyak hal yang kami pelajari bukan saja tentang PMI tetapi tentang desa kami sendiri. Selama ini, kami mungkin belum mengetahui secara baik ancaman dan potensi yang ada di desa, tetapi melalui program ini kami banyak belajar. Dari awal, setiap kegiatan dan kajian yang dilakukan selalu melibatkan warga desa baik melalui diskusi, kunjungan lapangan bahkan sampai pada penyusunan kajian risiko. Ini sungguh luar biasa. Kami berharap agar hasil kajian dari tim IPB ini dapat menjadi rujukan pelaksanaan program desa dan tentunya membantu kami dalam pemanfaatan potensi desa" ucap Agustinus.
Lebih lanjut, Sekretaris PMI Kabupaten Manggarai ketika menutup kegiatan evaluasi bersama menegaskan kembali komitmen pelaksanaan program dan pendekatan PMI. Yoseph Cetak menerangkan bahwa, program ELECTRA telah mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa dalam bidang penanggulangan bencana.
"Tentunya, melalui studi lapangan ini kita semakin banyak tahu kondisi riil masyarakat bukan saja dari potensi ancaman bencana melainkan kondisi lingkungan, ekonomi, sosial, budaya bahkan penghasilan utama mereka. Semua hasil kajian ini, hendaknya menjadi satu pembelajaran yang baik sehingga kita dapat melakukan pendekatan yang tepat dan efektif. Pendekatan NbS harus mampu memberikan kontribusi positif bagi ketangguhan dan keberlanjutan masyarakat di wilayah program baik untuk mitigasi bencana dan lebih penting adalah keberlangsungan hidup masyarakat desa", tegas Yoseph.
Kegiatan studi lapangan ini dilakukan oleh Tim PKSPL-IPB University bersama AmCross, PMI Pusat, PMI NTT, PMI Manggarai yang melibatkan Perwakilan dari Pemerintah Desa/Kelurahan, Toko Masyarakat, Toko Muda dan SIBAT di tujuh desa/kelurahan program. Kegiatan dilakukan dengan metode FGD, kunjungan lapangan, mapping area, dan pengecekan spot serta wawancara sumber-sumber kunci.
Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Further Reading:

Post a Comment