Sudah Siapkah Kita Menghadapi El-Nino Tahun Ini?
0 minutes read
anews.co, Nganjuk - Memasuki bulan April, intensitas hujan di beberapa wilayah masih sangat tinggi bahkan masuk kategori ekstrem. Namun, menurut prakiraan cuaca, setelah periode hujan lebat ini, wilayah Indonesia akan segera memasuki musim kemarau yang lebih panjang dan kering.
Fenomena El-Nino diprediksi akan terjadi dengan intensitas moderate hingga kuat pada pertengahan tahun, didominasi oleh angin monsun Australia yang membawa udara kering dari timur.
Yaris, Forecaster BMKG Nganjuk, menjelaskan,
“Tahun ini potensi El-Nino moderate hingga kuat sangat besar, yang berarti musim kemarau akan lebih panjang dan curah hujan diperkirakan berada di bawah normal. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan air hujan yang masih turun saat ini secara optimal agar persediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.”
Untuk wilayah Kabupaten Ponorogo, Yaris menguraikan perbedaan waktu memasuki musim kemarau:
“Wilayah yang akan memasuki kemarau lebih awal pada April dasarian III meliputi Kecamatan Ponorogo, Kauman, Siman, Sukorejo, Sampung, Babadan, Jenangan, Badegan, Jambon, Balong, Slahung, Bungkal, Sambit, Sawoo, Jetis, dan Mlarak, sedangkan wilayah seperti Kecamatan Ngebel, Pulung, Pudak, Sooko, dan Ngrayun diperkirakan memasuki musim kemarau lebih lambat pada Mei dasarian I,” Terangnya. Kamis, (9/4)
Fenomena El-Nino tahun ini bukan sekadar anomali cuaca biasa. Yaris menegaskan, “El-Nino kali ini memiliki intensitas yang sangat kuat, bahkan beberapa peneliti menyebutnya sebagai ‘El-Nino Godzilla’ atau super El-Nino, yang dapat mengubah pola curah hujan secara signifikan dan memicu dampak iklim ekstrem.”
Kondisi ini diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang menyebabkan suhu laut di sekitar Sumatera dan Jawa mendingin.
“Hal ini menghambat pembentukan awan hujan, sehingga konsentrasi hujan bergeser ke Samudra Pasifik dan mengurangi curah hujan di Indonesia,” jelas Yaris.
Dampak nyata yang perlu diwaspadai adalah kekeringan panjang, krisis air, dan peningkatan risiko kebakaran hutan. Oleh karena itu, Yaris menekankan pentingnya kesiapan bersama,
“Kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa mitigasi yang tepat dan cepat, El-Nino kali ini berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar dan merugikan.”
Mari bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau ini dengan bijak dan penuh kesadaran agar dampak negatif dari El-Nino dapat diminimalisir.
Stay safe dan manfaatkan setiap tetes hujan yang ada!
Penulis: Amin
Editor: Redaksi