Hot ANews

Relawan PMI Manggarai Gelar Kampanye Keliling Cegah Penyebaran Rabies


anews.co, Manggarai - Fenomena penularan rabies di Provinsi NTT menjadi hal yang perlu diwaspadai, sehingga Pemerintah mengambil langkah tegas dengan menetapkan kasus rabies sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Menyikapi hal ini, PMI Kabupaten Manggarai mendorong Sosialisasi dan Kampanye Keliling untuk membangun kesadaran masyarakat akan bahaya dan cara penjegahan rabies. Kegiatan ini melibatkan relawan Desa dan Kelurahan program Respon KLB Rabies di wilayah Kabupaten Manggarai pada 10- 13 April 2026.

Pengurus PMI Kabupaten Manggarai mengungkapkan bahwa kegiatan Kampanye Keliling yang dilakukan oleh relawan merupakan salah metode sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat di tiap-tiap desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Manggarai. 
Yoseph Cetak mengungkapkan bahwa 

"Tujuan kampanye keliling adalah mencegah penularan rabies pada manusia dan hewan melalui pengendalian populasi hewan liar, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rabies, cara penularan dan tindakan yang dilakukan setelah gigitan, memberikan arahan tentang langkah pertama setelah gigitan dan mengajak warga berpartisipasi aktif dalam pelaporan kasus gigitan dan membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan program edukasi dan vaksinasi", tegasnya. 

Lebih lanjut, Sekretaris PMI Manggarai ini mengharapkan keterlibatan dari semua stakeholder khususnya pemerintah desa dan kelurahan untuk mendukung pencegahan penularan rabies di tiap-tiap wilayah kerja.  

"Pemerintah desa/kelurahan berperan penting untuk pembuatan peraturan desa atau kebijakan terkait kewajiban vaksinasi hewan peliharaan bekerja sama dengan dinas peternakan. Sedangkan terkait keterlibatan Relawan PMI, ia menyampaikan bahwa relawan berperan dalam mendata HPR, mendampingi kampanye keliling, berkordinasi dengan pihak desa/kelurahan agar kegiatan kegiatan kampanye dan vaksinasi berjalan dengan baik,". ungkap Yoseph. 

Menanggapi kegiatan kampanye keliling ini, perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai menyampaikan bahwa kampanye keliling merupakan salah satu cara efektif untuk mengedukasi langsung kepada masyarakat penyakit rabies dan langkah-langkah pengendaliannya. 

drh. Safrina Natalia Dadus menerangkan 

"Masih banyak masyarakat belum paham terkait bahaya rabies dan cara pencegahannya. Sehingga kampanye keliling ini selain untuk memberikan edukasi juga bisa menjangkau daerah-daerah terpencil dan kemudian masyarakat diharapkan mampu bertanggungjawab terhadap HPR dan secara aktif memberikan laporan terkait kejadian serta mendorong percepatan vaksinasi HPR", ungkap Natalia. 

Lebih lanjut, Natalia mengungkapkan, 

"Rencana lanjutan yang akan dilakukan yaitu  Sosialisasi  atau KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), vaksinasi, koordinasi dengan Tikor Pemberantasan Rabies dari tingkat desa/Kelurahan, Tikor Kecamatan, Tikor Kabupaten serta melibatkan lembaga keagamaan dalam bentuk  himbauan melalui mimbar Gereja. Serta ada juga kegiatan investigasi dan observasi kasus gigitan,". tegasnya. 

Kegiatan ini telah mendorong partisipasi masyarakat dan mereka secara aktif memberikan umpan balik atas kegiatan kampanye yang dilakukan oleh relawan PMI Manggarai.
 
Yohanes Levi, Ketua RT 015 Kelurahan Pitak-Ruteng mengungkapkan bahwa kegiatan kampanye ini sangat penting karena membantu menyadarkan masyarakat akan bahaya rabies. 

"Kami berharap agar pasca kampanye ini, petugas dari PMI ataupun dinas datang untuk lakukan vaksinasi bagi anjing-anjing di wilayah kami sebab masih banyak yang belum divaksin dan untuk anjing liar sebaiknya dieliminasi saja oleh petugas", tegas Yohanes. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Bergita Sain warga Kelurahan Wali bahwa keselamatan manusia lebih penting dari hewan piaraan.

 "Nyawa manusia lebih berharga dibanding nyawa anjing. Maka, kami berharap bapak/ibu petugas harus lakukan kampanye ini di setiap wilayah. Sebab kami di masyarakat ini, sudah saling ingatan agar anjing diikat tetapi banyak yang tidak lakukan. Maka kehadiran petugas itu penting supaya mereka bisa ikuti arahan", tegas Bergita. 

Sedangkan Relawan Desa Ndehes, menginformasikan bahwa kegiatan kampanye selama tiga  hari di tiga desa, Kecamatan Wae Ri'i dan tujuh Kelurahan, Kecamatan Langke Rembong  berjalan secara efektif. 

Frans Aman mengungkapkan bahwa
 
"Masyarakat sangat mendukung dengan adanya kampanye keliling dari Staf dan Relawan PMI serta berharap agar secepatnya dilakukan vaksinasi anjing, kucing, kera dan juga bila perlu anjing yang tidak diikat/ dikandangkan secepatnya dieliminasi karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat,".

Kegiatan yang melibatkan Staf, Relawan Desa/Kelurahan dan Perwakilan dari Pemerintah Desa serta Dinas Peternakan Kabupaten ini dilakukan di Kecamatan Wae Ri'i untuk  Desa Poco, Golo Cador dan Ndehes dan Kecamatan Langke Rembong untuk enam Kelurahan yaitu Waso, Watu, Karot, Tadong, Pitak, dan Wali dari 20 desa/kelurahan desa program di Kabupaten Manggarai. 

Dalam waktu dekat tim dari dinas peternakan akan melakukan vaksinasi sebagai tindak lanjut pendataan HPR dan kampanye oleh relawan PMI Manggarai. 

Penulis: Adrian J.R
Editor: Redaksi
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment