PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan


anews.co, Manggarai - Akuntabilitas layanan dan program Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi prioritas sebagai salah satu standar kerja yang terus dikembangkan. Untuk itu, PMI Provinsi NTT mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi Pengurus, Staf, Relawan dan SIBAT PMI Provinsi melalui kegiatan Lokalatih Community Engagement and Accountability (CEA) khususnya terkait pelibatan masyarakat dan akuntabilitas layanan kemanusiaan PMI yang dilaksanakan di Rumah Ret-ret Puspita Ruteng. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 13-17 April 2026.

Mewakili Fasilitator, Aip Saripudin menyampaikan bahwa CEA bukan merupakan salah satu produk atau program kerja PMI melainkan satu metode kerja. 

"CEA merupakan satu pendekatan yang efektif untuk melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi agar bantuan itu tepat sasaran dan transparan. CEA bukan seperti layanan WASH, Distribusi Logistik tetapi dalam setiap kegiatan ini, CEA harus diaktifkan untuk mendapatkan feedback dari masyarakat", ungkap Kepala Divisi PMR dan Relawan PMI Kabupaten Pandeglang-Banten ini. 

Lebih lanjut, Koordinator Program ELECTRA PMI NTT menyampaikan dengan adanya CEA, program dan layanan PMI harus mampu melibatkan dan menempatkan masyarakat sebagai subjek dari program dan layanan kemanusiaan PMI. Adrian Jeharun menyampaikan 

"Ada tiga elemen kunci dalam CEA yaitu partisipasi, komunikasi dan umpan balik. Partisipasi membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam layanan mulai dari rencana, pelaksanaan hingga evaluasi. Sedangkan komunikasi harus didasarkan pada komunikasi dua arah dengan penekanan kedudukan setara sehingga mampu menciptakan komunikasi yang efektif, jujur dan terbuka serta umpan balik menjadi hal penting di mana masyarakat menanggapi setiap program dan layanan PMI berupa saran, masukan, kritik, pertanyaan dan permintaan yang disampaikan melalui slauran umpan balik baik tatap muka, media sosial, hotline, dll. Semua hal ini merupakan bukti akuntabilitas kerja PMI", tegasnya. 

Sedangkan ketika membuka kegiatan, Ketua PMI Manggarai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus PMI NTT yang sudah mempercayakan Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah penyelenggaraan Lokalatih CEA ini. 

"Kami tentunya menyampaikan terima kasih kepada Pengurus PMI NTT yang sudah memberikan kepercayaan kepada PMI Manggarai untuk penyelenggaraan kegiatan ini dan apresiasi kepada Pengurus, Staf, Relawan dan SIBAT PMI Manggarai,Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU) , Manggarai Barat dan Manggarai Timur yang sudah hadir untuk terlibat dalam kegiatan ini. Kami juga sampaikan terima kasih kepada fasilitator dari PMI NTT dan PMI Pandeglang, Banten yang akan mendukung peningkatan kapasitas peserta baik dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait pelibatan masyarakat dan akuntabilitas kerja PMI di tengah masyarakat. Kami minta agar semua perserta mengikuti kegiatan ini dengan baik guna mendukung kerja nyata di lapangan  ", tegas Hyrronimus A. Kaunang. 

Mewakili peserta yang hadir, Viviana Astri menyampaikan kesan menarik bahwa selama kegiatan ini ada banyak pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari sebagai bekal bagi peserta dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan. 

" Saya merasa senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan Lokalatih CEA. Ini merupakan pengalaman yang sangat menarik, karena sebagai relawan PMI di desa kami tentunya selalu berhadapan dan terlibat dalam kerja-kerja bersama masyarakat. Umpan balik menjadi hal penting, agar relawan paham kebutuhan masyarakat dan mengetahui dampak program bagi kehidupan masyarakat ", tegas SIBAT Desa Paralando ini. 

Lokalatih CEA ini dilakukan selama tiga hari efektif  dengan metode pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, latihan pengggunaan tools umpan balik serta praktik penginputan umpan balik atas layanan PMI bagi masyarakat di empat kelurahan di Kota Ruteng yaitu Kelurahan Compang Tuke, Golo Dukal, Tenda dan Carep.



Tujuan dari praktik lapangan ini bukan saja menjadi wadah untuk pelatihan bagi peserta tetapi mengetahui respon masyarakat atas program dan layanan PMI, khususnya terkait program respon kejadian luar biasa (KLB) rabies di Kabupaten Manggarai yang sedang dilaksanakan oleh PMI bersama Dinas Kesehatan, Peternakan dan Pemerintah Kelurahan/Desa Program. 

Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Also read
Copied!

Latest News

  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan
  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan
  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan
  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan
  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan
  • PMI NTT Gelar Lokalatih Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas Layanan

Post a Comment