Korban Tenggelam Sungai Garahan Ditemukan Meninggal Dunia
anews.co, Jember - Setelah empat hari pencarian yang intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan Buyang, korban yang dilaporkan hilang akibat hanyut di Sungai Garahan, Desa Garahan, Kecamatan Silo. Buyang, seorang warga berusia 44 tahun dari Desa/Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia 4,8 kilometer dari lokasi awal kejadian. Kamis, (30/4)
Pencarian yang dimulai sejak Senin pagi ini melibatkan berbagai elemen, antara lain Basarnas, BPBD, TNI/POLRI, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Koordinasi dan kolaborasi antara instansi dan relawan berbagai organisasi kemanusiaan memegang peranan penting dalam kesuksesan misi SAR ini.
Faiturohman, Staf Penanggulangan Bencana dari PMI Jember, menyatakan bahwa setelah proses evakuasi yang teliti, jenazah Buyang dibawa ke Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RSU dr. Soebandi, Jember.
"Korban ditemukan pukul 13.50 WIB di aliran Sungai Sumberjati. Setelah dievakuasi oleh tim gabungan, jenazah Buyang diangkut dengan ambulan PMI untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga," jelas Faiturohman didampingi oleh Imam Rosidi, staf pelayanan PMI Jember.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dimulai ketika keluarga Buyang melaporkan kehilangannya pada Minggu sore, setelah Buyang tak kembali dari Sungai Garahan tempat dia berpamitan pergi mandi. Kekhawatiran keluarga ternyata beralasan, mendorong aksi cepat tanggap darurat dari berbagai pihak yang terlibat sejak hari pertama kejadian.
Pada hari kedua, pencarian diintensifkan dengan metode penyisiran menyeluruh sepanjang aliran sungai hingga Dam Mayang, dibagi ke dalam empat satuan operasi (SRU) untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pencarian. Tim yang dipimpin oleh Basarnas Jember ini berhasil melakukan langkah strategis dalam penanganan bencana.
Zainollah, Ketua PMI Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang solid antara semua pihak.
"Dalam setiap misi kemanusiaan, PMI Kabupaten Jember berkomitmen penuh untuk bekerja secara optimal, memastikan keselamatan dalam operasi lapangan selalu menjadi prioritas kami," ungkapnya.
Dengan ditemukannya jenazah Buyang, operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh personel yang terlibat telah kembali ke unit masing-masing. Meskipun hasil akhirnya menyedihkan, upaya semua pihak dalam menyisir medan yang menantang serta kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat patut dihargai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama dalam kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi debit dan arus air. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwenang terkait agar dapat ditangani sesegera mungkin.
Dengan selesainya proses pencarian ini, kita diingatkan kembali akan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi situasi darurat. Semoga Buyang beristirahat dalam damai, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Further Reading:

Post a Comment