Tragedi Laka Air di Sungai Panggungduwet Blitar: Korban Ditemukan Setelah 5 Hari Pencarian Intensif
0 minutes read
anews.co, Blitar - Setelah melakukan pencarian selama lima hari penuh, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban laka air yang terjadi di Sungai Panggungduwet, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Pada Minggu, 22 Februari 2026 pukul 10.44 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban di koordinat 8°17'32.15"S 112°04'13.86"E, sekitar 15,3 kilometer dari lokasi kejadian awal. Korban kemudian dibawa ke RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar untuk penanganan lebih lanjut.
Bambang menambahkan,
Operasi SAR resmi ditutup setelah debriefing yang dilakukan pukul 11.30 WIB pada hari yang sama. Seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan rasa syukur dan penghargaan atas kerja keras selama pencarian.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca buruk. Pihak berwenang juga diharapkan dapat terus meningkatkan upaya mitigasi bencana guna mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Korban atas nama S, seorang wanita berusia 72 tahun, dinyatakan meninggal dunia setelah terseret arus sungai yang deras akibat hujan deras pada Rabu, 18 Februari 2026.
Kejadian bermula saat korban hendak menyeberangi sungai kecil di Dusun Panggungrejo, Desa Panggungduwet sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, karena debit air yang meningkat drastis akibat hujan deras, korban terseret arus dan hilang terbawa air. Barang-barang milik korban seperti tas berisi benih jagung, termos, dan peralatan makan ditemukan warga sekitar sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.
Bambang Wahyudianto, Wakil Ketua PMI Kabupaten Blitar, menyampaikan,
Kejadian bermula saat korban hendak menyeberangi sungai kecil di Dusun Panggungrejo, Desa Panggungduwet sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, karena debit air yang meningkat drastis akibat hujan deras, korban terseret arus dan hilang terbawa air. Barang-barang milik korban seperti tas berisi benih jagung, termos, dan peralatan makan ditemukan warga sekitar sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.
Bambang Wahyudianto, Wakil Ketua PMI Kabupaten Blitar, menyampaikan,
“Kami bersama unsur SAR lainnya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Operasi pencarian dilakukan dengan maksimal, melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Kami menggunakan perahu karet dan melakukan penyisiran darat sepanjang aliran sungai untuk memastikan keberadaan korban.”
Pada Minggu, 22 Februari 2026 pukul 10.44 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban di koordinat 8°17'32.15"S 112°04'13.86"E, sekitar 15,3 kilometer dari lokasi kejadian awal. Korban kemudian dibawa ke RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar untuk penanganan lebih lanjut.
Bambang menambahkan,
“Meski hasilnya sangat menyedihkan, kami bersyukur operasi ini bisa berjalan dengan lancar dan korban dapat ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam operasi SAR ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terutama saat musim hujan dan menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.”
Operasi SAR resmi ditutup setelah debriefing yang dilakukan pukul 11.30 WIB pada hari yang sama. Seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan rasa syukur dan penghargaan atas kerja keras selama pencarian.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca buruk. Pihak berwenang juga diharapkan dapat terus meningkatkan upaya mitigasi bencana guna mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Penulis: amin
Editor: Redaksi
