PMI Banten Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Bencana di Aceh Utara
anews.co, Aceh Utara - Palang Merah Indonesia (PMI) Banten secara resmi menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 214.800.000 kepada korban terdampak bencana di Aceh Utara.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Meunasah Kedai Sawang, Desa Sawang, serta pos pengungsian Desa Reseh Teungoh, Kecamatan Sawang.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PMI Banten, PMI Provinsi Aceh, PMI Aceh Utara, Camat Sawang Majenudin, serta kepala desa setempat. Penyaluran bantuan dilakukan dengan proses verifikasi ketat dan koordinasi antar berbagai pihak terkait guna memastikan tepat sasaran.
Sebanyak 169 kepala keluarga di Desa Sawang dan Desa Reseh Teungoh serta 11 relawan PMI dari Aceh Tamiang menerima dana bantuan tunai perorang Rp. 1.200.000,00.-. Bantuan ini merupakan upaya konkret PMI Banten dalam mendukung pemulihan cepat masyarakat pasca-bencana.
Jaenudin, pengurus PMI Banten, menegaskan pentingnya bantuan ini untuk meringankan beban hidup warga terdampak.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI Aceh Utara, Hedra Yuliansyah, menambahkan bahwa PMI sebelumnya telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan rumah tangga.
Kepala Desa Sawang, Mahyudanil, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PMI Banten. Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan pendidikan anak-anak di desanya.
Pengurus PMI Provinsi Aceh, Nanang Hasani, menyoroti pentingnya mengarahkan bantuan ke sektor produktif, seperti pertanian, agar memberikan dampak jangka panjang.
Warga Desa Sawang, Sofian Agani, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tunai yang diterima.
Begitu pula Wasiyah Fahrudin dari Desa Reseh Teungoh yang kehilangan hampir seluruh harta benda akibat bencana, menyatakan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya.
Inisiatif PMI Banten ini mendapat pujian luas sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial budaya yang nyata. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi langkah awal menuju pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Dengan berakhirnya penyaluran bantuan ini, harapan untuk pemulihan penuh di daerah terdampak semakin nyata. Kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan gotong-royong dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PMI Banten, PMI Provinsi Aceh, PMI Aceh Utara, Camat Sawang Majenudin, serta kepala desa setempat. Penyaluran bantuan dilakukan dengan proses verifikasi ketat dan koordinasi antar berbagai pihak terkait guna memastikan tepat sasaran.
Sebanyak 169 kepala keluarga di Desa Sawang dan Desa Reseh Teungoh serta 11 relawan PMI dari Aceh Tamiang menerima dana bantuan tunai perorang Rp. 1.200.000,00.-. Bantuan ini merupakan upaya konkret PMI Banten dalam mendukung pemulihan cepat masyarakat pasca-bencana.
Jaenudin, pengurus PMI Banten, menegaskan pentingnya bantuan ini untuk meringankan beban hidup warga terdampak.
“Kami menyadari bahwa bencana ini adalah ujian bagi kita semua. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI Aceh Utara, Hedra Yuliansyah, menambahkan bahwa PMI sebelumnya telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan rumah tangga.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk memberikan bantuan tunai, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi,” jelasnya.
Kepala Desa Sawang, Mahyudanil, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PMI Banten. Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan pendidikan anak-anak di desanya.
“Bantuan ini tidak hanya menjadi penyambung hidup, tetapi juga memberikan harapan baru bagi anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan mereka,” katanya.
Pengurus PMI Provinsi Aceh, Nanang Hasani, menyoroti pentingnya mengarahkan bantuan ke sektor produktif, seperti pertanian, agar memberikan dampak jangka panjang.
“Kami berupaya agar bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung sektor produktif,” ungkapnya.
Warga Desa Sawang, Sofian Agani, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tunai yang diterima.
“Bantuan ini memberikan kami harapan baru di tengah kehidupan yang sempat terhenti setelah bencana,” ujarnya.
Begitu pula Wasiyah Fahrudin dari Desa Reseh Teungoh yang kehilangan hampir seluruh harta benda akibat bencana, menyatakan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya.
Inisiatif PMI Banten ini mendapat pujian luas sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial budaya yang nyata. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi langkah awal menuju pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Dengan berakhirnya penyaluran bantuan ini, harapan untuk pemulihan penuh di daerah terdampak semakin nyata. Kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan gotong-royong dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Penulis: amin
Editor: Redaksi

Post a Comment