Pemprov NTT Dukung Diskusi Buku Pembelajaran Siklon Tropis Seroja
anews.co, Kupang - Siklon tropis Seroja yang melanda wilayah NTT pada tanggal 4-5 April 2021 lalu, menjadi salah satu bencana terdahsyat yang terjadi di hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 18 Kabupaten/Kota terdampak yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, puluhan orang menghilang, ribuan luka-luka, puluhan ribu mengungsi bahkan puluhan ribu rumah dan fasilitas publik lainnya mengalami kerusakan.
Momentum peringatan lima tahun pasca badai seroja, BPBD Provinsi NTT menginisiasi penulisan buku untuk membukukan setiap cerita, proses, sistem kerja dan mekanisme kolaborasi dalam penanggulangan bencana seroja di NTT didukung penuh oleh Siap Siaga NTT melalui Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana. Kegiatan diskusi buku ini dilakukan di Hotel Aston Kupang pada 05 Mei 2026.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan studi pembelajaran yang dilakukan oleh BPBD dan jejaring pentahelix di NTT.
Mewakili Gubernur NTT, Ir. Yohanes Oktavianus, MM menerangkan bahwa
"Tidak ada orang yang menginginkan bencana itu terjadi tetapi kita tidak bisa menghindar dari kenyataan ancaman bencana di wilayah NTT. Untuk itu, semua yang telah dilakukan dalam respon seroja khususnya terkait manajemen, teknis operasional dan sistem koordinasi serta kolaborasi semua pihak baik Pemerintah, Masyarakat Sipil, Akademisi, Dunia Usaha dan Media/Pers sungguh luar biasa. Kita menyadari tidak semua berjalan baik dan selalu ada usaha untuk berbenah serta belajar agar kita mampu meningkatkan ketangguhan bencana di level komunitas masyarakat ", tegas Yohanes.
Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan bahwa Provinsi NTT mengalami kerentanan ganda yaitu hidrometerologis dengan berbagai ancaman bencana, geologis adanya patahan aktif dan likuifaksi, sosio ekonomi seperti kemiskinan, ancaman kekeringan dan sebagainya. Untuk itu perlu dibangun kolaborasi yang baik untuk memperkuat deteksi dini, sistem data terpilah, memperkuat sistem posko digital, layanan distribusi logistik yang cepat dan tepat, alokasi dana bencana, sistem kolaborasi dan percepatan pemilihan ekonomi serta perbaikan infrastruktur dasar baik pendidikan ataupun kesehatan pasca bencana untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di provinsi NTT.
Hal senada juga disampaikan oleh Manajer Area Siap Siaga NTT, Silvia Fanggidae bahwa buku Belajar tentang Bencana di Tengah Bencana sebuah Pembelajaran dari Sistem Komando Penanganan Kedaruratan Siklon Tropis Seroja Tahun 2021 dirangkum dalam lima bab penting yaitu Pertama, Siklon tropis seroja dan dampaknya; Kedua, Siaga menuju respon dini; ketiga, Sistem komando di tengah kekacauan khususnya terkait pemetaan SK TDB; keempat, Pelaksanaan komando terkait mengelola posko dan operasi lapangan; dan kelima Pembelajaran dan rekomendasi untuk masa depan.
Silvia menerangkan
"Buku ini buku yang jujur. Ia ditulis berdasarkan fakta, kenyataan dan pengalaman responden dalam respon tanggap darurat bencana seroja", terangnya.
Silvia juga berpesan mengutip filsuf Spanyol, George Santaya (1863-1952) yang mengungkapkan
"Those who cannot remember the past are condemned to repeat it (mereka yang tidak dapat belajar dari masa lalu akan terkutuk untuk mengulanginya)", maka marilah kita belajar dari seroja untuk memperkuat ketangguhan bersama dan meningkatkan sinergi untuk respon yang lebih cepat serta efektif.
Sedangkan sekretaris BPBD NTT menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya Siap Siaga yang sudah mendukung penulisan dan penyelenggaraan diskusi buku Belajar tentang Bencana di Tengah Bencana ini.
"Terima kasih kepada semua peserta yang telah memberikan atensi dan kritik bagi penyempurnaan buku ini. Dan kami akan sebarluaskan buku ini kepada BPBD Kabupaten/Kota serta kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai satu bentuk pembelajaran bersama. Kami berharap, kolaborasi kita berjalan. Kantor BPBD tetap terbuka untuk semua mitra penanggulangan bencana hadir dan berdiskusi untuk mendukung ketangguhan masyarakat NTT", ungkap Yohanes Taka Dosi, S. SiT., MSc.
Kegiatan diskusi buku ini dibagi dalam dua sesi talkshow yaitu sesi pertama terkait Refleksi dan Pengalaman dengan narasumber yaitu Ir. Benediktus Polo Maing (Mantan Sekda NTT) , Isyak Nuka, ST. MM (Mantan Plt. Kalaksa BPBD NTT), Sti Nenot'ek S.Si,. M.Si. (Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang), dan Pendeta Dr. Merry Kolimon (Mantan Ketua Sinode GMIT) yang dimoderatori oleh Yusta Ramat sedangkan sesi kedua terkait Pembelajaran untuk Masa Depan dengan narasumber dari Sekretaris BPBD NTT, Perwakilan dari NGO yaitu Direktur CIS Timor, Perwakilan Akademisi dari Universitas PGRI NTT, Perwakilan Media Massa dari Pos Kupang dan Perwakilan dari Kelompok Rentan yaitu Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kabupaten Kupang yang dimoderatori oleh Roni Banase.
Kegiatan berjalan dengan baik dan diikuti oleh semua jejaring pentahelix lingkup Provinsi NTT dan keterlibatan perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Kupang.
Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Further Reading:

Post a Comment